Page 196 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 196
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
yang bukan perguruan tinggi sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dinyatakan tidak sah.
7. Ketentuan mengenai gelar akademik, profesi, atau vo-
kasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat
(3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diatur lebih lanjut
dengan peraturan pemerintah.
5. Proses Organisasi Sekolah
Proses organisasi disebut pengorganisasian, artinya, ke-
giatan mengelola organisasi agar menjadi efektif dan efisien
dengan menekan seminimal mungkin pengeluaran serta
menghasilkan tujuan yang maksimal dalam waktu yang ring-
kas. Dalam fungsi manajemen, pengorganisasian menempati
posisi kedua setelah perencanaan.
Di sekolah/madrasah, organisasi dikendalikan oleh kepala
sekolah/madrasah. Dalam mengorganisasikan organisasi, ke-
pala sekolah membagi tugas dan wewenang kepada tiap petu-
gas yang memiliki uraian tentang tugas dan tanggung jawab
dengan jelas. Misalnya, ketika ada kegiatan berhubungan
dengan perubahan kurikulum, penyusunan silabus, dan RPP,
maka hal itu menjadi wewenang bagian kurikulum yang pro-
sesnya mendapat arahan dari kepala sekolah/madrasah.
Permasalahannya, jika dalam organisasi sekolah dan
pengorganisasiannya, kepala sekolah mendominasi pekerjaan
dan wewenang, misalnya, seluruh pekerjaan ditangani langsung
oleh kepala sekolah, yakni mulai dari perencanaan dan
pengelolaan keuangan, maka tugasnya menjadi sangat berat.
Jika dalam organisasi masih ada hal seperti ini, maka rentan
akan terjadi permasalahan dan konflik yang menyebabkan
organisasi lambat berkembang. Bahkan, prestasinya akan
semakin turun atau terjadi penyelewengan.
194

