Page 212 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 212
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
kai” dan menegaskan bahwa dasar misi mutu sekolah adalah
mengembangkan program dan layanan yang memenuhi ke-
butuhan pengguna, seperti siswa dan masyarakat. Juran me-
ngatakan bahwa mutu adalah “tepat untuk dipakai” lebih
tepat ditentukan oleh pemakai, bukan pemberi.
Pandangan Juran tentang mutu merefleksikan pendekatan
rasional yang berdasarkan fakta terhadap organisasi bisnis dan
amat menekankan pentingnya proses perencanaan dan kon-
trol mutu. Titik fokus filosofi manajemen mutunya adalah
keyakinan organisasi terhadap produktivitas individual. Mutu
dapat dijamin dengan cara memastikan bahwa setiap individu
memiliki bidang yang diperlukan untuk menjalankan peker-
jaan dengan tepat. Dengan perangkat yang tepat, para pekerja
akan membuat produk dan jasa yang secara konsisten sesuai
dengan harapan kostumer.
Seperti halnya Deming, Juran pun memainkan peran pen-
ting dalam membangun kembali Jepang setelah perang Dunia
II. Jasanya diakui oleh bangsa Jepang dan memfasilitasi per-
sahabatan antara Amerika Serikat dan Jepang. Upaya Juran
menemukan prinsip-prinsip dasar proses manajemen mem-
bawanya untuk memfokuskan diri pada mutu sebagai tujuan
utama. Beberapa pandangan Juran (Arcaro, 2006: 9) tentang
mutu adalah sebagai berikut:
1. Meraih mutu merupakan proses yang tidak mengenal
akhir.
2. Perbaikan mutu merupakan proses berkesinambungan,
bukan program sekali jalan.
3. Mutu memerlukan kepemimpinan dari anggota dewan
sekolah dan administrator.
4. Pelatihan, misal merupakan prasyarat mutu.
5. Setiap orang di sekolah mesti mendapatkan pelatihan.
210

