Page 216 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 216
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
dewan sekolah yang berada di dalam sistem pendidikan. Se-
dangkan kostumer eksternal adalah masyarakat, perusahaan,
keluarga, militer, dan perguruan tinggi.
Keterlibatan total, setiap orang harus berpartisipasi dalam
transformasi mutu. Mutu bukan hanya tanggung jawab dewan
sekolah atau pengawas. Mutu menuntut setiap orang mem-
beri kontribusi bagi upaya mutu. Pengukuran ini merupakan
bidang yang seringkali gagal di banyak sekolah. Banyak hal
yang baik terjadi dalam pendidikan sekarang ini, namun para
profesional pendidikan yang terlibat dalam prosesnya menja-
di begitu terfokus pada pemecahan masalah yang tidak bisa
mereka ukur efektivitas upaya yang dilakukannya. Dengan
kata lain, Anda tidak dapat memperbaiki apa yang tidak dapat
Anda ukur. Sekolah tidak dapat memenuhi standar mutu yang
ditetapkan masyarakat, sekalipun ada sarana untuk mengukur
kemajuan berdasarkan pencapaian standar tersebut. Para sis-
wa menggunakan nilai ujian untuk mengukur kemajuan di
kelas, sedangkan komunitas menggunakan anggaran sekolah
untuk mengukur efisiensi proses sekolah.
Komitmen pengawas sekolah dan dewan sekolah harus
memiliki komitmen pada mutu. Bila mereka tidak memiliki
komitmen, proses transformasi mutu tidak akan dapat dimu-
lai karena kalaupun dijalankan pasti gagal. Setiap orang perlu
mendukung upaya mutu, karena merupakan perubahan bu-
daya yang menyebabkan organisasi mengubah cara kerjanya.
Orang biasanya tidak mau berubah, tapi manajemen harus
mendukung proses perubahan dengan memberi pendidikan,
perangkat, sistem, dan proses untuk meningkatkan mutu.
Perbaikan berkelanjutan secara konstan mencari cara un-
tuk memperbaiki setiap proses pendidikan, misalnya mengisi
kegiatan dengan hal-hal sebagaimana adanya dan sekali pun
ada masalah tidak menganggapnya sebagai masalah.
214

