Page 207 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 207

Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam



            kolah unggulan atau sekolah-sekolah yang diunggulkan oleh
            masyarakat karena mampu mengukir prestasi, misalnya pe-
            ningkatan hasil belajar siswa.
               Fungsi itu akan lebih lengkap jika pendidikan juga me-
            lakukan fungsi mediasi, yaitu menjembatani fungsi konserva-
            tif dan fungsi progresif. Hal-hal yang termasuk kerangka
            fungsi mediasi adalah kehadiran institusi pendidikan sebagai
            wahana sosialisasi, pembawa bendera moralitas, wahana pro-
            ses pemanusiaan dan kemanusiaan umum, serta pembinaan
            idealisme sebagai manusia terpelajar.

               Di negara kita, pelembagaan MBS dipandang urgen. Hal
            itu sejalan dengan tuntutan masyarakat agar lembaga pendidi-
            kan persekolahan dapat dikelola secara lebih demokratis di-
            bandingkan dengan pola kerja dipandu dari atas sebagaimana
            dianut oleh negara yang menerapkan pemerintahan sentralis-
            tik. Persoalan utama di sini bukan terletak pada apakah for-
            mat manajemen sekolah yang dipandu secara sentralistik itu
            lebih buruk ketimbang pendekatan MBS yang memuat pesan
            demokratisasi pendidikan, demikian juga sebaliknya. Per-
            soalan yang paling esensial adalah apakah dengan perubahan
            pendekatan manajemen sekolah itu akan bermaslahat le bih
            besar dibandingkan dengan format kerja secara sentralistik
            ini, terutama dilihat dari kepentingan pendidikan anak.
               Maslahat aplikasi MBS bagi peningkatan kinerja se-
            kolah  dan  perbaikan  mutu  hasil  belajar  peserta  didik  pada
            sekolah-sekolah yang menerapkannya masih harus diuji di
            lapangan. Prakarsa menuju perbaikan mutu melalui peruba-
            han dari sentralisasi ke desentralisasi pengelolaan pendidikan
            tidak mungkin diperoleh secara segera. Hal ini sejalan dengan
            konsep Kaizen, bahwa kemajuan dicapai bukanlah sebuah
            lompatan besar ke depan. Menurut Kaizen kemajuan dica-
            pai karena perubahan-perubahan kecil yang bersifat kontinu


                                                                      205
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212