Page 214 - dasar-dasar Manajemen Pendidikan Islam
P. 214
Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan Islam
lam wilayah tersebut. Visi mutu difokuskan pada pemenuhan
kebutuhan kostumer, mendorong keterlibatan total komu-
nitas dalam program, mengembangkan sistem pengukuran
nilai tambah pendidikan, menunjang sistem yang diperlukan
staf dan siswa untuk mengelola perubahan, serta perbaikan
berkelanjutan dengan selalu berupaya keras membuat produk
pendidikan menjadi lebih baik.
Agar sekolah mengembangkan fokus mutu, setiap orang
dalam sistem sekolah mesti mengakui bahwa setiap output
lembaga pendidikan adalah kostumer. Dalam survei ter akhir
atas 150 pengawas sekolah untuk mengukur pemahaman
mereka atas mutu, ternyata 35% responden yang disurvei
menunjukkan, mereka tak yakin bila sekolah itu memiliki
kostumer. Memang, masih lebih banyak pihak dalam
komunitas pendidikan yang mengakui adanya kostumer
untuk tiap keluaran pendidikan, tapi mutu pendidikan tak
kunjung diperbaiki.
Transformasi mutu diawali dengan mengadopsi paradig-
ma baru pendidikan. Cara pikir dan cara kerja lama harus
di singkirkan. Dalam bidang pendidikan, sangat sulit bagi
orang- orangnya untuk mengembangkan paradigma baru
pendidikan. Ada dua keyakinan pokok yang menghalangi
tiap upaya penciptaan mutu dalam sistem pendidikan, se-
bagaimana dijelaskan Jerome S. Ascaro (2006: 12): (1) banyak
profesional pendidikan yang meyakini bahwa mutu pendidi-
kan bergantung pada besarnya dana yang dialokasikan untuk
pendidikan. Lebih banyak uang yang diinvestasikan dalam
pendidikan maka lebih tinggi juga mutu pendidikan; dan (2)
banyak profesional pendidikan yang tetap memandang pen-
didikan sebagai sebuah jaringan anak manis.
212

