Page 139 - JURNAL PENYELIDIKAN AKADEMIK IPGM 2021
P. 139
JURNAL PENYELIDIKAN AKADEMIK IPGM
JILID 6/2021
dalam konteks amalan keagamaan (Hodge, 2007; Lu, et al., 2018) berbanding
dalam lingkungan masyarakat Timur, spiritual menjadi amalan kehidupan
seharian seperti dalam pendidikan (Aswatun, et al., 2020).
Dalam konteks kepimpinan, aspek kepimpinan spiritual dinyatakan dapat
membantu pemimpin membentuk karakter dalam amalan pembangunan sumber
manusia (Widi, et al, 2020). Pemimpin yang berupaya menguasai kompetensi
spiritual dalam amalan pengurusan termasuk semasa membuat keputusan, akan
dapat membantu dalam mempengaruhi pelaksanaan tindakan dan melibatkan
motivasi kakitangan yang dipimpin. Kompetensi spiritual dapat membantu
pemimpin mengemudi organisasi ke arah kecemerlangan yang lebih bermakna
dengan menjadikan tugas sebagai sebahagian dari ibadah yang diyakini. Nopriadi
(2021) meyakini bahawa paradigma spiritual merupakan satu konsep yang sangat
hebat (powerfull), menyeluruh (holistic) dan melibatkan unsur kelestarian
kemanusiaan.
Dalam konteks kompetensi secara khusus, model-model kompetensi utama yang
dirujuk umpamanya Model Kompetensi Iceberg (Spencer & Spencer, 1993),
Model Kompetensi Kerja (Boyatzis, 1982) dan Model Kompetensi Pengurusan
(Slocum, et al., 2008) tidak menyentuh secara langsung berkaitan kompetensi
spiritual. Model Kompetensi Iceberg menyenaraikan 20 elemen kompetensi,
Model Kompetensi Kerja melibatkan 19 elemen, manakala Model Kompetensi
Pengurusan juga menyenaraikan 19 elemen. Namun dalam elemen-elemen yang
disenaraikan dari model-model ini berfokus kepada unsur amalan pengurusan
terbaik dan elemen kompetensi sahaja tanpa melibatkan elemen spiritual. Oleh
yang demikian, konstruk kompetensi kepimpinan spiritual ini diketengahkan
sebagai salah satu konstruk penting dalam kepimpinan pemimpin pertengahan
institusi pendidikan di Malaysia.
KESIMPULAN
Kajian ini telah mengesahkan konstruk kompetensi kepimpinan spiritual sebagai
salah satu konstruk kompetensi pemimpin pertengahan di institusi pendidikan
Malaysia. Elemen-elemen yang diuji telah diterima dan memperoleh kesepakatan
30 orang panel pakar. Oleh yang demikian, konstruk ini boleh digunakan dan
diuji kepada kumpulan pemimpin pertengahan pendidikan pada masa hadapan.
Konstruk ini perlu diuji selanjutnya menggunakan analisis Structural Equation
Modelling (SEM) bertujuan menguji kesepadanan model yang dibangunkan
dengan data di lapangan.
134

