Page 115 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 115

98                                                  Anatomi Fisiologi


              dipecahkan (dicerna), serta diserap (absorpsi) oleh usus. Gigi menghancurkan
              makanan padat yang dibantu oleh kelenjar saliva. Saliva mengandung musin,
              zat  lubrikan  dan  antibodi  serta  amilase-α  yang  berperan  dalam  proses
              pemecahan polisakarida (Silbernagl, 2007).

              Agar  makanan  dapat  dicerna  secara  optimal,  setiap  organ  pada  saluran
              pencernaan menyesuaikan dengan fungsi spesifiknya, beberapa organ seperti
              esofagus digunakan untuk pasase makanan yang sederhana, kemudian organ
              yang lainnya seperti lambung digunakan untuk menyimpan makanan, dan usus
              halus digunakan untuk mengabsorbsi makanan (Sherwood, 2001).
              Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem pencernaan manusia
              memiliki fungsi yang dinyatakan oleh (Inayah, 2004) sebagai berikut:
              1.  Lambung  sebagai  tempat  penerima  makanan  yang  paling  besar
                  (reservoar) dan menerima nutrisi mulai dari mulut.
              2.  Menghancurkan  nutrisi  dalam  bentuk  partikel  kecil  untuk  dapat
                  memasuki  aliran  darah  sehingga  memungkinkan  partikel  tersebut
                  untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh.
              3.  Membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna melalui anus.

              7.1.2 Organ Pencernaan

              Saluran pencernaan (traktus digestivus) mempunyai panjang kurang lebih 30
              kaki (9 m), yang berjalan melalui bagian tengah tubuh mulai dari mulut sampai
              ke  anus.  Saluran  pencernaan  mencakup  organ-organ  berikut  (gambar  7.1):
              Rongga mulut, faring (tenggorokan), esofagus, lambung, usus halus (terdiri dari
              duodenum, jejunum dan ileum), usus besar (terdiri dari sekum, apendiks, kolon
              dan  rektum)  dan  anus  (Waugh  and  Grant,  2004).  Organ  yang  mensekresi
              kelenjar pencernaan meliputi kelenjar ludah (saliva), kelenjar getah lambung,
              kelenjar pancreas dan kelenjar empedu (Syaifuddin, 2016).

              Semua  organ  pencernaan  saling  berkaitan  satu  sama  lain.  Lumen  saluran
              pencernaan  ini  mulai  dari  mulut  sampai  ke  anus  yang  dianalogikan  seperti
              lumen sedotan berhubungan dengan lingkungan eksternal. Akibatnya, zat yang
              masuk kedalam lumen saluran pencernaan secara teknis bukan bagian dari organ
              tubuh,  selayaknya  soda  yang  diminum  melalui  sedotan  bukan  bagian  dari
              sedotan tersebut akan tetapi setelah bahan tersebut masuk kedalam tubuh akan
              diserap  sehingga  akan  menjadi  bagian  dari  tubuh.  Sebagai  contoh  pH  isi
              lambung turun sampai 2,0 akibat sekresi asam hidroklorida (Hcl) oleh lambung,
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120