Page 117 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 117
100 Anatomi Fisiologi
karena mengandung selaput lendir (membran mukosa). Otot pipi dibentuk oleh
M. buksinator (Syaifuddin, 2016).
Gambar 7.2: Bagian rongga mulut (Smith and Morton, 2010)
Langit-langit (Palatum). Berbentuk atap lengkung di dalam rongga mulut dan
memisahkan mulut dari saluran hidung (Gambar 7.2). Palatum membantu
dalam proses bernafas ketika sedang mengunyah atau mengisap makanan yang
berlangsung bersamaan. Secara embriologis, palatum berasal dari penonjolan
dari kedua sisi rahang yang tumbuh kearah dalam dan menyatu di garis tengah
rongga mulut. Bagian palatum yang berada dibagian depan mulut dikenal
sebagai palatum durum (langit-langit keras), sedangkan bagian palatum yang
berada dibagian belakang mulut disebut palatum mole (langit-langit lunak).
Kemudian dibagian belakang dekat tenggorokan terdapat suatu tonjolan
menggantung dari palatum mole, yakni ovula yang berperan penting untuk
menutup saluran hidung ketika kita menelan (Sherwood, 2001).
Lidah, Dasar mulut sebagian besar dibentuk oleh anterior lidah dan lipatan balik
membrane mukosa. Sisi lidah pada gusi di atas mandibular. Garis tengah lipatan
membrane mukosa terdapat frenulum lingua. Di kiri dan kanan frenulum lingua
terdapat papilla kecil bagian puncaknya bermuara duktus glandula
submandibularis (Syaifuddin, 2016). Lidah adalah organ berotot di dalam
mulut. Lidah ditutupi dengan jaringan merah muda lembab yang disebut
mukosa. Benjolan kecil yang disebut papila memberikan tekstur kasar pada
lidah. Ribuan indera pengecap menutupi permukaan papila. Kuncup pengecap
adalah kumpulan sel mirip saraf yang terhubung ke saraf yang mengalir ke otak.
Lidah ditambatkan ke mulut oleh jaringan keras dan mukosa. Tali yang
menahan bagian depan lidah disebut frenum (Gambar 7.3). Di bagian belakang

