Page 142 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 142

Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi                 125


                  membentuk lubang terminal mirip celah, yang disebut orifisium uretra
                  eksternum. Glans penis ditutupi oleh prepusium (kulup) yang longgar
                  dan ini terdapat pada penis yang belum disunat,
              3.  Pangkal penis
                  Pangkal  penis  adalah  bagian  yang  melekat  (bagian  proksimal).
                  Pangkal penis terdiri dari bulbus penis, dan dua krus penis. Bulbus
                  penis merupakan kelanjutan posterior dari pangkal korpus spongiosum
                  penis yang melebar. Bulbus penis melekat pada permukaan inferior
                  otot-otot dalam perineum dan dilapisi oleh otot bulbospongiosus, yaitu
                  suatu otot yang membantu ejakulasi. Krus penis adalah bagian korpus
                  kavernosum  yang  meruncing  dan  saling  terpisah.  Krus  penis
                  melengkung ke arah lateral menjauhi bulbus penis untuk melekat ke
                  ramus  pubikus  inferior  dan  iskiadikus  serta  dikelilingi  oleh  otot
                  iskiokavernosus (Gambar 8.3).

              Berat penis ditopang oleh dua ligamentum yang bersambungan dengan fasia
              penis  yaitu  ligamentum  fundiforme  dan  ligamentum  suspensorium  penis.
              Apabila  terdapat  rangsangan  seksual  (penglihatan,  sentuhan,  pendengaran,
              penciuman, atau imajinasi), serat-serat parasimpatis dari bagian sakral medula
              spinalis  memulai  dan  mempertahankan  ereksi,  yaitu  penis  membesar  dan
              menjadi kaku. Serat parasimpatis menghasilkan dan membebaskan nitrat oksida
              (NO). NO menyebabkan otot polos pada dinding arteriol yang mengalirkan
              darah  ke  jaringan  erektil  melemas,  sehingga  memungkinkan  pembuluh-
              pembuluh darah ini melebar dan sejumlah besar darah masuk ke jaringan erektil
              penis. Kombinasi peningkatan aliran darah dan melebarnya sinus-sinus darah
              menyebabkan  ereksi.  Ekspansi  sinus  darah  juga  menekan  vena-vena  yang
              mengalirkan darah dari penis dan melambatnya aliran keluar darah membantu
              mempertahankan ereksi.
              Ejakulasi  merupakan  pelepasan  semen  dari  uretra  ke luar,  yang  merupakan
              refleks simpatis, dikoordinasikan oleh bagian lumbal medula spinalis. Sfingter
              otot polos pada dasar kandung kemih menutup, mencegah urine keluar sewaktu
              ejakulasi dan semen masuk dalam kandung kemih. Sebelum terjadi ejakulasi,
              kontraksi peristaltik di epididimis duktus (vas) deferens, vesikula seminalis,
              duktus ejakulatorius, dan prostat sudah mendorong semen ke dalam uretra yang
              pars spongiosa. Apabila stimulasi seksual penis berakhir, arteriol-arteriol yang
              mengalirkan  darah  ke  jaringan  erektil  berkonstriksi  dan  otot  polos  dalam
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147