Page 145 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 145

128                                                 Anatomi Fisiologi


              albugenia meluas ke dalam, membentuk membentuk sekat yang membagi testis
              menjadi  serangkaian  kompartemen  internal  yang  disebut  lobulus.  Jumlah
              lobulus sekitar 200-300, dan setiap lobulus terdiri dari 2-3 tubulus bergelung-
              gelung ketat yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus merupakan
              tempat sperma diproduksi (spermatogenesis).
              Tubulus seminiferus mempunyai dua jenis sel, yaitu: sel spermatogenik, sel
              pembentuk sperma dan sel sertoli (Gambar 8.6), yang mempunyai beberapa
              fungsi penunjang spermatogenesis (Gambar 8.7). Spermatogonea (sel punca)
              yang  merupakan  bentuk  tunggal  spermatogonium  berkembang  dari  sel
              germinativum primordial (bentuk primitif) yang berasal dari yolk sac dan masuk
              ke testis pada minggu kelima perkembangan. Pada tubulus seminiferus (ke arah
              lumen)  didapatkan  lapisan-lapisan  sel  yang  semakin  matang,  berurutan  dari
              spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid dan sperma. Sel sperma
              yang terbentuk masuk ke dalam tubulus seminiferus.

















                 Gambar 8.5: Anatomi Testis (Gerald J. Tortora and Derrickson, 2011)
              Sel-sel  Sertoli  besar  terbenam  diantara  sel-sel  spermatogenik  di  tubulus
              seminiferus, terberrang dari membran basal ke lumen tubulus. Sebelah dalam
              membran basal dan spermatogonia, sel-sel Sertoli yang bersebelahan dengan
              yang lain disatukan oleh taut-taut yang ketat. Taut tersebut membentuk sawar
              yang disebut sebagai sawar darah-testis karena bahan-bahan mula-mula harus
              melewati sel Sertoli sebelum dapat mencapai sperma yang sedang terbentuk.

              Sel Sertoli menunjang dan melindungi sel spermatogenik yang sedang tumbuh
              berbagai  cara  diantaranya:  1)  Sel-sel  sertoli  memberi  makan  spermatosit,
              spermatid, dan sperma; 2) Memfagosit kelebihan sitoplasma spermatid seiring
              dengan proses pembentukan; 3) Mengontrol gerakan sel spermatogenik serta
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150