Page 144 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 144

Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi                 127

















                 Gambar 8.4: Skrotum, Struktur Penunjang Testis (Gerald J. Tortora and
                                       Derrickson, 2011)
              Letak skrotum dan kontraksi serat ototnya mengatur suhu testis. Suhu yang
              dibutuhkan untuk produksi sperma adalah sekitar 2-3°C lebih rendah daripada
              suhu inti tubuh. Suhu yang lebih rendah ini dipertahankan di dalam skrotum
              karena  skrotum  berada  di  luar  rongga  panggul.  Otot  kremaster  dan  dartos
              berkontraksi sebagai respon terhadap suhu dingin. Kontraksi otot kremaster,
              testis mendekat ke tubuh, sehingga dapat menyerap panas tubuh. Kontraksi otot
              dartos  menyebabkan  skrotum  menjadi  kencang  sehingga  mengurangi
              pengeluaran panas. Dan sebaliknya jika terpajan suhu hangat (Gerald J. Tortora
              and Derrickson, 2011).

              8.2.2 Genetalia Interna

              Struktur yang menyusun genetalia interna pada pria adalah testis, sistem duktus
              (epididimis, duktus deferens, duktus ejakulatorius, dan uretra), kelenjar seks
              aksesoris (vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar bulbouretra).
              Testis

              Testis atau disebut testikel, adalah sepasang kelenjar oval dalam skrotum yang
              berukuran  panjang  sekitar  5  cm  dan  diameter  2,5  cm  (Gambar  8.5).  Berat
              masing-masing testis adalah 10-15 gram. Testis terbentuk pada bagian posterior
              abdomen di dekat ginjal, dan mulai turun ke dalam skrotum melalui kanalis
              inguinalis pada bulan ketujuh perkembangan janin. Testis dilapisi oleh tunika
              vaginalis dan tunika albuginea. Tunika vaginalis merupakan membran serosa
              yang berasal dari peritoneum yang terbentuk sewaktu testis turun dari abdomen.
              Tunika albugenia merupakan kapsul fibrosa putih yang terdiri dari jaringan ikat
              padat  tak  teratur  yang  terletak  di  sebelah  dalam  tunika  vaginalis.  Tunika
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149