Page 147 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 147
130 Anatomi Fisiologi
Spermatogenesis
Spermatogenesis berlangsung selama 65-75 hari. Proses spermatogenesis
dimulai dengan spermatogonia, yang mengandung kromosom dalam jumlah
diploid (2n) (Gambar 8.8). Pada saat mengalami mitosis, sebagian
spermatogonia tetap berada di membran basal tubulus seminiferus dalam
kondisi tidak berdiferensiasi yang berfungsi sebagai sel-sel reservoir untuk
pembelahan sel di masa mendatang dan produksi sperma selanjutnya.
Spermatogonia lainnya kehilangan kontak dengan membran basal, menyisip
menembus sawar darah-testis yang mengalami perubahan perkembangan dan
berdiferensiasi menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer, bersifat diploid
(2n) yang memiliki 46 kromosom.
Gambar 8.8: Proses Spermatogenesis (Gerald J. Tortora and Derrickson,
2011)
Spermatosit primer memperbanyak DNA-nya segera setelah terbentuk dan
mengalami meiosis. Pada meiosis I, pasangan-pasangan kromosom homolog
berjajar di lempeng metafase, dan terjadi pertukaran silang. Setelah itu
gelendong mitotik menarik satu kromosom (duplikat) dari masing-masing
pasangan ke kutub yang berlawanan dari setiap sel. Pada meiosis I terbentuk dua
sel yang disebut spermatosit sekunder. Setiap spermatosit sekunder mempunyai
3 kromosom, jumlah haploid (n). Setiap kromosom pada spermatosit sekunder
dibentuk dari dua kromatid (dua salinan DNA) yang masih melekat ke

