Page 154 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 154
Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi 137
mengandung stereosilia, yang merupakan mikrovilus (bukan silia) panjang
bercabang yang meningkatkan luas permukaan untuk reabsorpsi sperma yang
mengalami degenerasi. Jaringan ikat di sekitar lapisan otot melekatkan
lengkung-lengkung duktus epididimis dan mengandung pembuluh darah dan
saraf. Epididimis berfungsi sebagai tempat pematangan sperma, yaitu proses
sperma memperoleh motilitas dan kemampuan untuk membuahi ovum yang
berlangsung dalam waktu sekitar 14 hari, Selain itu epididimis juga membantu
mendorong sperma ke duktus (vas) deferens sewaktu gairah seksual melalui
kontraksi peristaltik otor polosnya. Epididimis juga menyimpan sperma, yang
tetap hidup di sana sampai selama beberapa bulan. Sperma yang tidak
diejakulasikan akan direabsorpsi.
Duktus Deferens
Duktus epididimis menjadi kurang berkelok-kelok, dan diameternya meningkat
dalam kauda epididimis. Setelah titik tersebut sebagai duktus deferens atau vas
deferens. Duktus deferens, panjangnya sekitar 45 cm, naik di sepanjang batas
posterior epididimis melalui funikulus spermatikus dan masuk ke rongga
panggul. Duktus melengkung di atas ureter dan berjalan ke samping serta turun
ke permukaan posterior kandung kemih. Bagian ujung duktus deferens yang
melebar disebut ampula (Gambar 8.12). Mukosa duktus deferens terdiri dari
epitel kolumnar berlapis semu dan lamina propria (jaringan ikat areolar). Tiga
lapisan otot polos dari duktus epididimis yaitu; lapisan dalam dan luar
longitudinal, dan lapisan tengah sirkular. Duktus deferens berfungsi
menyalurkan sperma pada saat gairah seksual dari epididimis menuju uretra
oleh kontraksi peristaltik lapisan ototnya. Duktus deferens juga seperti
epididimis, yaitu menyimpan sperma selama beberapa bulan dan semua sperma
yang tidak diejakulasikan akan direabsorpsi.
Funikulus Spermatikus
Funikulus spermatikus merupakan struktur penopang sistem reproduksi pria
yang naik dari skrotum. Struktur ini terdiri dari duktus (vas) deferens yang naik
dari skrotum, arteri testikularis, vena yang mengalirkan darah dari testis dan
mengangkut testosteron ke dalam sirkulasi (pleksus pampiniformis), saraf
otonom, pembuluh limfe, dan berbentuk otot kremaster. Funikulus spermatikus
dan saraf ilioinguinalis berjalan melalui kanalis inguinalis.

