Page 157 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 157

140                                                 Anatomi Fisiologi


              Kelenjar Bulbouretra

              Sepasang  kelenjar  bulbouretra  atau  kelenjar  Cowper,  mempunyai  ukuran
              sebesar kacang polong, terletak di bawah prostat pada kedua sisi uretra pars
              membranasea di dalam otot-otot perineum dan salurannya membuka ke uretra
              pars spongiosa. Jika terdapat gairah seksual kelenjar bulbouretra mensekresi
              cairan basah ke dalam uretra yang melindungi sperma dari asam, penetral dalam
              urin  di  uretra.  Kelenjar bulbouretra  juga  mensekresi  mukus  yang  melumasi
              ujung penis dan lapisan dalam uretra, sehingga mengurangi jumlah sperma yang
              rusak sewaktu ejakulasi.
              Semen
              Semen  adalah  campuran  sperma  dan  cairan  seminalis.  Cairan  seminalis
              merupakan suatu cairan yang terdiri dari sekresi tubulus seminiferus, vesikula
              seminalis, dan kelenjar bulbouretra. Volume semen pada ejakulasi adalah 2,5-5
              mL yang berisi 50-150 juta sperma per mL. Apabila jumlahnya turun sampai di
              bawah  20  juta/mL,  pria  tersebut  kemungkinan  tidak  subur.  Sperma  dalam
              jumlah yang sangat besar dibutuhkan supaya pembuahan terjadi karena hanya
              sebagian  kecil  dari  sperma-sperma  tersebut  yang  mampu  mencapai  oosit
              sekunder.
              Meskipun cairan prostat agak asam, semen memiliki pH yang sedikit basa (7,2-
              7,7) karena cairan dari vesikula seminalis memiliki pH yang lebih tinggi dan
              volume yang lebih besar. Sekresi prostat menyebabkan semen tampak seperti
              susu, dan cairan dari vesikula seminalis dan kelenjar bulbouretra menyebabkan
              semen memiliki konsistensi lengket. Cairan seminal merupakan media transpor,
              memberi nutrien, dan menjadi pelindung sperma dari lingkungan asam uretra
              pria dan vagina wanita yang tidak ramah.
              Semen yang cair setelah dikeluarkan akan menggumpal dalam waktu 5 menit
              karena  adanya  protein-protein  pembekuan  dari  vesikula  seminalis.  Setelah
              sekitar 10 sampai 20 menit, Semen' kembali mencair karena Antigen spesifik-
              prostat (PSA) dan enzim-enzim proteolitik lain yang dihasilkan oleh prostat
              yang  menguraikan  bekuan.  Pengenceran  semen  yang  abnormal  atau
              berlangsung lambat dapat menyebabkan imobilisasi total atau parsial sperma
              sehingga gerakan sperma menembus serviks uteri terganggu.
   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162