Page 155 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 155

138                                                 Anatomi Fisiologi


              Duktus Ejakulatorius

              Duktus  ejakulatorius  mempunyai  panjang  sekitar  2  cm  yang  dibentuk  oleh
              penyatuan saluran dari vesikula seminalis dan ampula duktus (vas) deferens.
              Duktus ejakulatorius tepat berada di atas (superior) dari pangkal prostat, berjalan
              ke  arah  inferior  dan  anterior  melalui  prostat.  Saluran  ini  berakhir  di  uretra
              prostatika, yaitu tempat mengeluarkan sperma dan sekresi vesikula semilunaris
              tepat sebelum pengeluaran semen dari uretra ke eksterior.
              Uretra
              Uretra pada pria merupakan saluran terminal bersama untuk sistem reproduksi
              dan sistem kemih. Uretra berfungsi sebagai jalan lewat untuk semen dan urine.
              Panjang uretra sekitar 20 cm, berjalan melalui prostat, otot-otot dalam perineum,
              dan penis. Uretra dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1) Uretra pars prostatika,
              memiliki  panjang  2-3  cm  dan  berjalan  melalui  prostat;  2)  Uretra  pars
              membranasea  merupakan  saluran  yang  melewati  otot-otot  dalam  perineum.
              Uretra pars membranasea panjangnya sekitar 1 cm; 3) Uretra pars spongiosa
              (penis), melewati korpus spongiosum penis, dengan panjang sekitar 15-20 cm.
              Uretra pars spongiosa berakhir di orifisium uretra eksternum.
              Kelenjar Seks Aksesoris

              Kelenjar  seks  aksesoris  mengeluarkan  sebagian  besar  bagian  cairan  semen.
              Kelenjar-kelenjar aksesoris meliputi: vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar
              bulbouretra.
              Vesikula Seminalis

              Vesikula  seminalis  (kelenjar  seminalis)  adalah  sepasang  struktur  yang
              berbentuk kantong berkelok-kelok dengan panjang sekitar 5 cm dan terletak
              posterior dari dasar kandung kemih dan anterior dari rektum (Gambar 8.12).
              Vesikula  seminalis  mengeluarkan  cairan  kental  alkalis  yang  mengandung
              fruktosa,  prostaglandin,  dan  protein  pembekuan  yang  berbeda  dari  yang
              didapatkan  pada  darah.  Sifat  basa  cairan  vesikula  seminalis  membantu
              menetralkan lingkungan asam pada uretra pria dan saluran reproduksi wanita
              yang dapat menonaktifkan dan mematikan sperma. Fruktosa digunakan untuk
              produksi  ATP  oleh  sperma.  Prostaglandin  berfungsi  dalam  motilitas  dan
              viabilitas  sperma  serta  merangsang  kontraksi  otot  polos  di  dalam  saluran
              reproduksi wanita. Protein-protein pembekuan membantu semen menggumpal
              sewaktu  ejakulasi.Vesikula  seminalis  mensekresi  cairan  sekitar  60%  dari
              semen.
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160