Page 158 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 158
Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi 141
8.2.3 Fungsi Sistem Reproduksi Pria
Beberapa fungsi sistem reproduksi pria diantaranya adalah (Gerald J. Tortora
and Derrickson, 2011):
1. Testis menghasilkan sperma dan hormon testosteron.
2. Duktus menyalurkan, menyimpan dan membantu pematangan sperma.
3. Kelenjar Seks aksesoris mengeluarkan sebagian besar bagian cairan
semen, diantaranya:
a. Vesikula seminalis mengeluarkan cairan kental, bersifat alkalis
yang membantu menetralkan asam dalam saluran reproduksi
wanita, menyediakan fruktosa bagi pembentukan ATP oleh
sperma, berperan dalam motilitas dan viabilitas sperma dan
membantu semen menggumpal setelah ejakulasi
b. Prostat mengeluarkan cairan seperti susu yang sedikit asam yang
membantu koagulasi semen setelah ejakulasi dan kemudian
menguraikan gumpalan tersebut.
c. Kelenjar Bulbouretra (Cowper) mengeluarkan cairan alkalis yang
menetralkan lingkungan asam uretra dan mukus yang melumasi
lapisan dalam uretra serta ujung penis pada saat hubungan seksual.
4. Penis mengandung uretra, saluran untuk ejakulasi semen dan urin.
8.3 Sistem Reproduksi Wanita
Sistem reproduksi wanita terdiri dari genetalia interna (terletak dalam rongga
pelvis dan ditopang oleh lantai pelvis) dan genetalia eksterna (terletak di
perineum). Sistem reproduksi interna dan eksterna wanita berkembang dan
menjadi matur karena rangsangan hormon estrogen dan progesteron. Sistem
reproduksi wanita mengalami atropi seiring peningkatan usia atau bila produksi
hormon menurun. Persyarafan yang kompleks dan luas serta suplai darah yang
banyak mendukung fungsi struktur-struktur reproduksi (Bobak et al., 2005).
Selain itu kelenjar mamaria dianggap bagian dari sistem reproduksi wanita
(Gerald J. Tortora and Derrickson, 2011).

