Page 161 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 161

144                                                 Anatomi Fisiologi


              medial menyatu di bagian bawah klitoris untuk membentuk frenulum. Kadang-
              kadang prepusium menutupi menutupi klitoris yang berakibat daerah ini tampak
              seperti muara yang disalah artikan sebagai meatus uretra.
              Vestibulum
              Daerah di antara kedua labium minus disebut vestibulum. Di dalam vestibulum
              terdapat himen (jika masih ada), orifisium vagina, orifisium uretra eksternum,
              kelenjar  parauretra  (vestibulum  minus  atau  skene),  kelenjar  paravagina
              (vestibulum  mayus  atau  bartholin).  Permukaan  vestibulum  tipis  dan  agak
              berlendir mudah teriritasi oleh bahan kimia, panas, rabas dan friksi. Vestibulum
              homolog dengan uretra pars membranasea pada pria.
              Orifisium vagina, merupakan lubang vagina ke eksterior, menempati sebagian
              besar vestibulum dan dibatasi oleh hymen. Anterior dari orifisium vagina dan
              posterior dari klitoris terdapat orifisium uretra eksternum, yaitu lubang uretra ke
              eksterior. Pada kedua sisi orifisium uretra eksternum terdapat lubang duktus
              kelenjar parauretra atau kelenjar Skene. Kelenjar penghasil mukus ini terbenam
              di  dalam  dinding  uretra.  Kelenjar  parauretra  homolog  dengan  prostat.  Pada
              kedua  sisi  orifisium  vagina  terdapat  kelenjar  vestibularis  mayor  (Bartholin)
              (Gambar 8.14), yang bermuara melalui duktus ke alur antara hymen dan labium
              minus. Kelenjar bartholin menghasilkan sejumlah kecil mukus sewaktu gairah
              seksual  dan  hubungan  kelamin  yang  menambahkan  mukus  serviks  dan
              memberi  lubrikasi.  Kelenjar  vestibularis  mayor  homolog  dengan  kelenjar
              bulbouretra pada pria.



















                Gambar 8.14: Perineum Wanita (Gerald J. Tortora and Derrickson, 2011)
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166