Page 166 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 166
Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi 149
membran basal. Seiring dengan pertumbuhannya, folikel primer membentuk
lapisan glikoprotein jernih yang disebut zona pelusida antara oosit primer dan
sel granulosa. Selain itu, sel-sel stroma yang mengelilingi membran basal mulai
membentuk lapisan teratur yang disebut teka folikuli.
Gambar 8.18: Folikel Primer (Gerald J. Tortora and Derrickson, 2011)
Berlanjutnya proses pematangan, folikel primer akan berkembang menjadi
folikel sekunder (Gambar 8.19a). Pada folikel sekunder, teka berdiferensiasi
menjadi dua lapisan yaitu: 1) Teka interna, yaitu suatu lapisan internal sel kuboid
sekretorik dengan banyak pembuluh darah serta mengeluarkan estrogen; 2)
Teka eksterna, yaitu lapisan luar sel stroma dan serat kolagen. Selain itu, sel-sel
granulosa mulai mensekresi cairan folikel, yang menumpuk di rongga antrum
yang terletak di tengah folikel sekunder. Lapisan sel granulosa yang paling
dalam selanjutnya melekat erat ke zona pelusida dan disebut korona radiata
(Gambar 8.19a). Selanjutnya folikel sekunder membesar, berubah menjadi
folikel matang (graaf) (Gambar 8.19b). Pada tahap folikel ini, dan tepat sebelum
ovulasi, oosit primer diploid menuntaskan meiosis I, menghasilkan dua sel
haploid (n) dengan ukuran tidak setara-masing-masing 23 kromosom (Gambar
8.20). Sel yang lebih kecil dari proses meiosis I, disebut badan polar pertama,
yang merupakan sepaket bahan nukleus sisa. Sel lebih besar, disebut sebagai
oosit sekunder, yang mendapat sebagian besar dari sitoplasma. Setelah
terbentuk, oosit sekunder memulai proses meiosis Il, namun kemudian berhenti
di metafase. Folikel matang (graaf) cepat pecah dan membebaskan oosit
sekunder, proses ini disebut ovulasi.

