Page 165 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 165
148 Anatomi Fisiologi
berdiferensiasi dalam ovarium menjadi oogonia (bentuk tunggal oogonium).
Oogonia adalah sel punca diploid (2n) yang membelah secara mitotik untuk
menghasilkan jutaan sel germinativum. Bahkan sebelum lahir, sebagian besar
sel-sel germinativum ini mengalami degenerasi dalam proses yang disebut
atresia. Tetapi, beberapa berkembang menjadi sel yang lebih besar yang disebut
oosit primer dan masuk ke profase meiosis I selama perkembangan janin, tetapi
tidak menyelesaikan fase tersebut sampai setelah pubertas. Selama tahap
perkembangan yang tertunda ini, masing-masing oosit primer dikelilingi oleh
satu lapisan sel folikular gepeng, dan keseluruhan strukturnya disebut folikel
primordial (Gambar 8.17). Korteks ovarium yang mengelilingi folikel
primordial terdiri dari serat kolagen dan sel stroma yang mirip fibroblas. Pada
saat lahir, masing-masing ovarium terdapat sekitar 200.000-2.000.000 oosit
primer. Dari jumlah tersebut, sekitar 40.000 bertahan hingga pubertas, dan
sekitar 400 akan matang dan berovulasi selama usia subur seorang wanita. Sisa
oosit primer mengalami atresia.
Gambar 8.17: Folikel Primordial (Gerald J. Tortora and Derrickson, 2011)
Setiap bulan setelah pubertas sampai menopause, gonadotropin (FSH dan LH)
yang disekresi oleh hipofisis anterior menstimulasi perkembangan lebih lanjut
beberapa folikel primordial, meskipun hanya satu yang mencapai tingkat
kematangan yang dibutuhkan untuk ovulasi. Beberapa folikel primordial mulai
tumbuh, berkembang menjadi folikel primer (Gambar 8.18). Setiap folikel
primer terdiri dari sebuah oosit primer, pada tahap perkembangan selanjutnya
dikelilingi oleh beberapa lapisan sel kuboid dan sel kolumnar rendah yang
disebut sel granulosa. Sel-sel granulosa yang terletak paling luar melekat ke

