Page 167 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 167
150 Anatomi Fisiologi
Gambar 8.19: Folikel Sekunder dan Folikel Matang (Gerald J. Tortora and
Derrickson, 2011)
Pada saat ovulasi, oosit sekunder dilepaskan' ke dalam rongga panggul bersama
dengan badan polar pertama dan korona radiata. Sel-sel tersebut didorong ke
tuba uterina. Apabila tidak terjadi pembuahan, sel-sel mengalami degenerasi.
Tetapi, jika terdapat sperma d tuba uterina dan salah satunya dapat menembus
oosit sekunder, Meiosis Il berlanjut kembali. Oosit sekunder terbelah menjadi
dua sel haploid dengah ukuran tidak setara. Sel yang lebih besar adalah ovum,
yäng lebih kecil disebut badan polar kedua. Nukleus sel sperma dan ovum
kemudian menyatu, membentuk zigot diploid. Apabila badan polar pertama
mengalami pembelahan selanjutnya akan menghasilkan dua badan polar, oosit
primer akhirnya menghasilkan tiga badan polar haploid, yang semuanya
mengalami degenerasi, dan satu ovum haploid. Satu oosit primer menghasilkan
satu gamet (ovum).
Tuba Uterina
Terdapat dua tuba uterina (fallopi), atau oviduktus, pada wanita yang terbentang
ke lateral dari uterus (Gambar 8.21). Tuba uterina panjangnya sekitar 10 cm,
terdapat di dalam lipatan ligamentum latum uterus dan merupakan jalan bagi
sperma untuk mencapai ovum dan mengangkut oosit sekunder serta ovum yang
telah dibuahi dari ovarium ke uterus. Bagian tuba yang berbentuk corong,
disebut infundibulum, terletak dekat dengan ovarium, tetapi membuka ke
rongga panggul. Bagian ini berakhir dalam rangkaian tonjolan yang mirip jari
disebut fimbriae, dengan salah satu tonjolan melekat ke ujung lateral ovarium.
Dari infundibulum, tuba uterina terbentang ke medial dan akhirnya ke inferior
serta melekat ke sudut lateral superior uterus. Ampula tuba uterina adalah bagian
yang paling panjang dan lebar, membentuk sekitar dua pertiga lateral dari

