Page 49 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 49

32                                                  Anatomi Fisiologi


              3.4 Anatomi Pernafasan


              Organ  sistem  pernafasan  secara  fungsional  di  bagi  menjadi  2  (dua)  yaitu
              pertama  organ-organ  atau  struktur-struktur  sebagai  zona  penghubung  atau
              tobuler  (  hidung  sampai  bronkhial)  yang  berfungsi  untuk  menyaring,
              menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk dalam paru-paru. Ke dua
              organ-organ  atau  struktur-struktur  Zona  repirasi  (  brokhial  respirasi  sampai
              alveoli)  berfungsi  sebagai  tempat  berlangsungnya  pertukaran  gas  (difusi).
              (Ganong, F. William 2008).
              Organ pernapasan sebagai zona penghubung atau organ pernapasan atas, terdiri
              atas  hidung,  nasofaring  (terdapat  pharyngeal  tonsil  dan  tuba  eustachius),
              orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal
              lidah),  dan  laringofaring  (tempat  persilangan  antara  aliran  udara  dan  aliran
              makanan).(Guyton, 1990).

              1.  Hidung atau Ronga Hidung
                  Hidung  atau  naso  adalah  saluran  pernafasan  yang  pertama  ketika
                  proses  pernafasan  berlangsung.  Selain  itu  hidung  merupakan  organ
                  indra penciuman. Ujung saraf yang mendeteksi penciuman berada di
                  atap (langit-langit) hidung di area lempeng kribriformis tulang etmoid
                  dan  konka  superior.  Ujung  saraf  ini  distimulasi  oleh  bau  di  udara.
                  Impuls saraf dihantarkan oleh saraf olfaktorius ke otak di mana sensasi
                  bau  dipersepsikan.  Ketika  masuk  dihidung,  udara  disaring,
                  dihangatkan, dan dilembabkan.
                  Hal ini dilakukan oleh sel epitel yang memiliki lapisan mukus sekresi
                  sel goblet dan kelenjar mukosa. Lalu gerakan silia mendorong lapisan
                  mukus ke posterior di dalam rongga hidung dan ke superior saluran
                  pernapasan  bagian  bawah  menuju  faring.  Nares  anterior  adalah
                  saluran- saluran di dalam lubang hidung. Saluran-saluran ini bermuara
                  kedalam  bagian  yang  dikenal  sebagai  vestibulum  hidung.  Rongga
                  hidung dilapisi selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah,
                  dan bersambung dengan lapisan farink. (Lutjen, Et al, 2001).
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54