Page 51 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 51
34 Anatomi Fisiologi
sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke
belakang ke nasofaring oleh gerakan silia.(Guyton, 1990).
Gambar 3.4: Anatomi Sinus(Paulsen and Waschke, 2015).
2. Faring
Faring merupakan pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak
sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang
rawan krikoid. Faring menyediakan saluran bagi udara yang keluar
masuk dan menyediakan ruang dengung (resonansi) untuk suara
percakapan. Faring terdiri dari tiga bagian yaitu, (Syaifuddin, 2009)
a. Nasofaring terletak tepat di belakang cavum nasi, di bawah basis
crania dan di depan vertebrae cervicalis I dan II. Nasofaring
membuka bagian depan ke dalam cavum nasi dan ke bawah ke
dalam orofaring. Tuba eusthacius membuka ke dalam didnding
lateralnya pada setiap sisi. Pharyngeal tonsil (tonsil nasofaring)
adalah bantalan jaringan limfe pada dinding posteriosuperior
nasofaring.
b. Orofaring merupakan pertemuan rongga mulut dengan
faring,terdapat pangkal lidah). Orofaring adalah gabungan sistem
respirasi dan pencernaan makanan masuk dari mulut dan udara
masuk dari nasofaring dan paru.
c. Laringofaring (terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran
makanan). Laringofaring merupakan bagian dari faring yang
terletak tepat di belakang laring, dan dengan ujung atas esofagus

