Page 15 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 15

1. Inti  Sel

                            Inti  sel  eukariotik  pada  interfase  dikelilingi  oleh  suatu  membran.  Membran  terdiri
                       atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). DNA pada inti tersebar dalam suatu struktur yang

                       disebut  kromosom.  Pembelahan  inti  dari  satu  menjadi  dua  anak  inti  dikenal  sebagai
                       mitosis.  Pada  tanaman  dan  hewan  tingkat  tinggi  dikenal  adanya  reproduksi  secara
                       seksual.  Pada  saat  pembuahan,  ke  dua  inti  dari  sel  jantan  dan  sel  betina  (gamet)

                       melebur  membentuk  sigot.  Masing-masing  jenis  gamet  menyumbang  sejumlah  (n)
                       kromosom. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). Apabila gamet
                       bersifat  haploid,  maka  sigot  bersifat  diploid.  Semua  sel  somatik  bersifat  diploid

                       (mengandung  2  set  kromosom).  Pada  saat  generasi  seksual  berikutnya,  kromosom
                       normal  (2n)  mengalami  segregasi  menjadi  haploid.  Proses  pengurangan  separo

                       kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis.

                       2. Membran  Sel Prokariotik

                            Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil, sedangkan permukaan

                       dalamnya bersifat hidrofob. Stabilitas membran sel disebabkan oleh kekuatan hidrofobik
                       antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antara ujung-ujung hidrofilik. Pada
                       bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada

                       permukaannya.
                            Pada  beberapa  bakteri,  membran  mengelilingi  sitoplasma  tanpa  menunjukkan
                       adanya lipatan. Membran pada bakteri lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut

                       mesosom.  Pada  bakteri  fotosintetik,  khlorofil  tidak  terdapat  dalam  suatu  khloroplas,
                       melainkan  terdapat  dalam  membran  yang  sangat  berlipat-lipat  di  dalam  sel,  yang
                       disebut  membran  tilakoid.  Sistem  fotosintetik  pada  bakteri  disamping  menggunakan

                       khlorofil,  juga  karotenoid.  Keduanya  mengandung  sistem  transport  elektron  yang
                       menghasilkan ATP pada proses fotosintesis.



                       3. Dinding Sel

                             Dinding  sel  bakteri  bersifat  agak  elastis.  Dinding  sel  tidak  bersifat  permeabel
                       terhadap  garam  dan  senyawa  tertentu  dengan  berat  molekul  rendah.  Secara  normal
                       konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi

                       daripada di luar sel. Apabila tekanan osmose di luar sel naik, air sel akan mengalir ke




                       16                                                                                  16
                       16                                                                                  16
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20