Page 14 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 14
B. SEL PROKARIOTIK
Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel
eukariotik. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0,4-0,7µ diameternya
dan panjangnya 2-3µ . Sel ini tidak mempunyai organela seperti mitokondria, khloroplas
dan aparat golgi.
Inti sel prokariotik tidak mempunyai membran. Bahan genetis terdapat di dalam
sitoplasma, berupa untaian ganda (double helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup.
“Kromosom” bakteri pada umumnya hanya satu, tetapi juga mempunyai satu atau lebih
molekul DNA yang melingkar (sirkuler) yang disebut plasmid. Sel prokariotik tidak
mengandung organel yang dikelilingi oleh membran. Ribosom yang dimiliki sel prokariot
lebih kecil yaitu berukuran 70S.
Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Jumlah DNA penyusun
6
pada sel prokariot berkisar antara 0,8-8.10 pasangan basa (pb) DNA. DNA pada sel
6
eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi, sebagai contoh: Neurospora 19.10 ;
9
9
6
Aspergillus niger 40.10 ; Jagung 7.10 ; dan manusia 29.10 . Sel prokariotik tidak
seluruhnya membutuhkan oksigen, misalnya pada bakteri anaerob.
C. SEL EUKARIOTIK
Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran inti. Inti sel
mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Seluruh bahan genetis tersebut
tersusun dalam suatu kromosom. Di dalam kromosom terdapat DNA yang berasosiasi
dengan suatu protein yang disebut histon. Kromosom dapat mengalami pembelahan
melalui proses yang dikenal sebagai mitosis.
Sel eukariotik juga mengandung organel-organel seperti mitokondria dan
khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut
adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokariot). Ribosom pada sel eukariotik lebih besar
dibandingkan prokariotik, berukuran 80S. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain
yang bermembran, yaitu aparatus golgi. Pada tanaman organela ini mirip dengan
diktiosom. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi.
D. STRUKTUR SEL
15 15
15 15

