Page 50 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 50

Dinding  selnya  terdiri  dua  lapis,  lapisan  bagian  dalam  kasar  (rigid)  dan
                       menyerupai  mikrofibril,  sedangkan  bagian  luar  berbentuk  lapisan  mucilaginous.  Pada
                       dinding selnya terdapat berbagai macam bahan selain selulosa, yaitu polisakarida sulfat,
                       agar  dan  karagenin.  Pada  algae  pembentuk  koral,  dapat  mengumpulkan  CaCO 3   di

                       dalam  dinding  selnya,  oleh  karenanya  jenis  algae  ini  berperan  penting  dalam  proses
                       pembentukan karang.

                       g. Divisio  Cryptophyta

                              Algae  ini  mempunyai  pigmen fotosintetik  klorofil  a  dan  c,  karoten, fikobilin  dan
                       xantofil yang terdiri dari aloxantin, krokoxantin, dan monadoxantin. Cadangan makanan

                       terdiri  pati,  dinding  selnya  tidak  mengandung  selulosa,  dan  berflagela  dua  yang  tidak
                       sama  dengan  letak  subapikal.  Algae  ini  hidup  di  laut,  dan  anggotanya  sangat  sedikit

                       apabila   dibandingkan   dengan   algae   lain.   Cryptophyta   berkembang   biak   secara
                       aseksual, yaitu dengan pembelahan sel secara longitudinal.


                       B. PROTOZOA

                              Seperti  algae,  protozoa  merupakan  kelompok  lain  yang  termasuk  protista
                       eukariotik.  Walaupun  kadang-kadang  antara  algae  dan  protozoa  kurang  jelas

                       perbedaannya.  Beberapa  organisme  mempunyai  sifat  antara  algae  dan  protozoa.
                       Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal
                       yang  berklorofil,  tetapi  dapat  mengalami  kehilangan  klorofil  dan  kemampuan  untuk

                       berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek
                       tanpa  adanya  cahaya,  beberapa  ilmuwan  memasukkannya  ke  dalam  filum  protozoa.

                       Misalnya  strain  mutan  algae  genus  Chlamydomonas  yang  tidak  berklorofil,  dapat
                       dikelaskan  sebagai  protozoa  genus  Polytoma.  Hal  ini  sebagai  contoh  bagaimana
                       sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa.

                              Protozoa  dibedakan  dari  prokariot  karena  ukurannya  yang  lebih  besar,  dan
                       selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari

                       jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur
                       lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.
                       1. Habitat  Protozoa

                              Protozoa  umumnya  hidup  bebas  dan  terdapat  di  lautan,  lingkungan  air  tawar,
                       atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik,  hidup pada organisme inang. Inang



                       51                                                                                  51
                       51                                                                                  51
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55