Page 53 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 53

saluran  pada  membran  sel,  saat  saluran  penuh  kemudian  masuk  ke  dalam  membran
                       yang  berikatan  denga  vakuola.  Vakuola  kecil  terbentuk,  kemudian  dibawa  ke  bagian
                       dalam sel, selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma.

                              Partikel  makanan  yang  lebih  besar  dimakan  secara  fagositosis  oleh  sel  yang
                       bersifat  amoeboid  dan  anggota  lain  dari  kelompok  Sarcodina.  Partikel  dikelilingi  oleh
                       bagian membran sel yang fleksibel untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel

                       oleh vakuola besar (vakuola makanan). Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami
                       pengasaman.  Lisosom  memberikan  enzim  ke  dalam  vakuola  makanan  tersebut  untuk
                       mencernakan  makanan,  kemudian  vakuola  membesar  kembali.  Hasil  pencernaan

                       makanan  didispersikan  ke  dalam  sitoplasma  secara  pinositosis,  dan  sisa  yang  tidak
                       tercerna  dikeluarkan  dari  sel.  Cara  inilah  yang  digunakan  protozoa  untuk  memangsa

                       bakteri.
                              Pada  kelompok  Ciliata,  ada  organ  mirip  mulut  di  permukaan  sel  yang  disebut
                       sitosom. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan dibantu silia. Setelah

                       makanan masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan, sisanya dikeluarkan
                       dari sel melalui sitopig yang terletak disamping sitosom.

                       4. Perkembangbiakan Protozoa

                              Protozoa dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual. Secara aseksual
                       protozoa  dapatmengadakan  pembelahan  diri  menjadi  2  anak  sel  (biner),  tetapi  pada

                       Flagelata  pembelahan  terjadi  secara  longitudinal  dan  pada  Ciliata  secara  transversal.
                       Beberapa  jenis  protozoa  membelah  diri  menjadi  banyak  sel  (schizogony).  Pada
                       pembelahan schizogony, inti membelah beberapa kali kemudian diikuti pembelahan sel

                       menjadi  banyak  sel  anakan.  Perkembangbiakan  secara  seksual  dapat  melalui  cara
                       konjugasi, autogami, dan sitogami.
                              Protozoa yang mempunyai habitat atau inang lebih dari satu dapat mempunyai

                       beberapa  cara  perkembangbiakan.  Sebagai  contoh  spesies  Plasmodium  dapat
                       melakukan  schizogony  secara  aseksual  di  dalam  sel  inang  manusia,  tetapi  dalam  sel

                       inang  nyamuk  dapat  terjadi  perkembangbiakan  secara  seksual.  Protozoa  umumnya
                       berada dalam bentuk diploid.
                              Protozoa  umumnya  mempunyai  kemampuan  untuk  memperbaiki  selnya  yang

                       rusak atau terpotong. Beberapa Ciliata dapat memperbaiki selnya yang tinggal 10 % dari
                       volume        sel      asli      asalkan        inti     selnya       tetap       ada.



                       54                                                                                  54
                       54                                                                                  54
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58