Page 54 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 54

VII. ENZIM MIKROBA



                              Enzim adalah katalisator organik (biokatalisator) yang dihasilkan oleh sel. Enzim

                       berfungsi seperti katalisator anorganik, yaitu untuk mempercepat reaksi kimia. Setelah
                       reaksi berlangsung, enzim tidak mengalami perubahan jumlah, sehingga jumlah enzim
                       sebelum dan setelah reaksi adalah tetap. Enzim mempunyai selektivitas dan spesifitas

                       yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi.


                       A. MEKANISME BEKERJANYA  ENZIM

                              Enzim meningkatkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi.
                       Energi  aktivasi  adalah  energi  yang  diperlukan  untuk  mengaktifkan  suatu  reaktan

                       sehingga dapat bereaksi untuk membentuk senyawa lain. Energi potensial hasil reaksi
                       menjadi  lebih  rendah  dari  pada  pereaksi,  sehingga  kesetimbangan  reaksi  menuju  ke
                       hasil  reaksi.  Adanya  enzim  menyebabkan  energi  aktivasi  menjadi  lebih  rendah,  tetapi

                       enzim tidak mempengaruhi letak kesetimbangan reaksi.
                              Saat  berlangsungnya  reaksi  enzimatik  terjadi  ikatan  sementara  antara  enzim
                       dengan substratnya (reaktan). Ikatan sementara ini bersifat labil dan hanya untuk waktu

                       yang  singkat  saja.  Selanjutnya  ikatan  enzim-substrat  akan  pecah  menjadi  enzim  dan
                       hasil  akhir.  Enzim  yang  terlepas  kembali  setelah  reaksi  dapat  berfungsi  lagi  sebagai
                       biokatalisator untuk reaksi yang sama.



                              E + S                    ES                    E + P



                       Keterangan: E : Enzim, S: Substrat (reaktan), ES: ikatan sementara, P: Hasil reaksi



                              Sistem   enzim-substrat   untuk   tiap-tiap   reaksi   enzimatik   bersifat   khusus.
                       Kestabilan ikatan enzim-substrat ditentukan oleh konstanta Michaelis (K m).



                       B. STRUKTUR ENZIM

                              Pada  umumnya  enzim  tersusun  dari  protein.  Protein  penyusun  enzim  dapat

                       berupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Banyak
                       enzim      yang       hanya       terdiri     protein     saja,      misal      tripsin.



                       55                                                                                  55
                       55                                                                                  55
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59