Page 55 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 55
Dialisis enzim dapat memisahkan bagian-bagian protein, yaitu bagian protein
yang disebut apoenzim dan bagian nonprotein yang berupa koenzim, gugus prostetis
dan kofaktor ion logam. Masing-masing bagian tersebut apabila terpisah menjadi tidak
aktif. Apoenzim apabila bergabung dengan bagian nonprotein disebut holoenzim yang
bersifat aktif sebagai biokatalisator.
Koenzim dan gugus prostetik berfungsi sama. Koenzim adalah bagian yang
terikat secara lemah pada apoenzim (protein). Gugus prostetik adalah bagian yang
terikat dengan kuat pada apoenzim. Koenzim berfungsi menentukan jenis reaksi kimia
yang dikatalisis enzim. Ion logam merupakan komponen yang sangat penting,
diperlukan untuk memantapkan struktur protein dengan adanya interaksi antar muatan.
C. PENGGOLONGAN ENZIM
Enzim dapat digolongkan berdasarkan tempat bekerjanya, substrat yang
dikatalisis, daya katalisisnya, dan cara terbentuknya. Umumnya pemberian nama enzim
didasarkan atas nama substrat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan
penambahan kata –ase. Misal proteinase adalah enzim yang dapat mengkatalisis
pemecahan protein.
1. Penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya
a. Endoenzim
Endoenzim disebut juga enzim intraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di
dalam sel. Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalam
sel dan untuk pembentukan energi (ATP) yang berguna untuk proses kehidupan sel,
misal dalam proses respirasi.
b. Eksoenzim
Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di luar
sel. Umumnya berfungsi untuk “mencernakan” substrat secara hidrolisis, untuk dijadikan
molekul yang lebih sederhana dengan BM lebih rendah sehingga dapat masuk melewati
membran sel. Energi yang dibebaskan pada reaksi pemecahan substrat di luar sel tidak
digunakan dalam proses kehidupan sel.
56 56
56 56

