Page 52 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 52

merupakan sel tunggal, yang  dapat  bergerak  secara khas menggunakan pseudopodia
                       (kaki palsu), flagela atau silia, namun ada yang tidak dapat bergerak aktif. Berdasarkan
                       alat  gerak  yang  dipunyai  dan  mekanisme  gerakan  inilah  protozoa  dikelompokkan  ke

                       dalam  4  kelas.  Protozoa  yang  bergerak  secara  amoeboid  dikelompokkan  ke  dalam
                       Sarcodina,  yang  bergerak  dengan  flagela  dimasukkan  ke  dalam  Mastigophora,  yang
                       bergerak  dengan  silia  dikelompokkan  ke  dalam  Ciliophora,  dan  yang  tidak  dapat

                       bergerak  serat  merupakan  parasit  hewan  maupun  manusia  dikelompokkan  ke  dalam
                       Sporozoa.
                              Mulai tahun 1980, oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Society of

                       Protozoologist,   mengklasifikasikan   protozoa   menjadi    7   kelas    baru,   yaitu
                       Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora, dan

                       Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini, Sarcodina dan Mastigophora digabung
                       menjadi  satu kelompok  Sarcomastigophora,  dan  Sporozoa  karena  anggotanya  sangat
                       beragam, maka dipecah menjadi lima kelas.

                              Contoh  protozoa  yang  termasuk  Sarcomastigophora  adalah  genera  Monosiga,
                       Bodo, Leishmania, Trypanosoma, Giardia, Opalina, Amoeba, Entamoeba, dan Difflugia.

                       Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium, Tetrahymena, Paramaecium,
                       dan  Stentor.  Contoh  protozoa  kelompok  Acetospora  adalah  genera  Paramyxa.
                       Apicomplexa  beranggotakan  genera  Eimeria,  Toxoplasma,  Babesia,  Theileria.  Genera

                       Metchnikovella  termasuk  kelompok  Microspora.  Genera  Myxidium  dan  Kudoa  adalah
                       contoh anggota kelompok Myxospora.
                       3. Fisiologi Protozoa

                              Protozoa  umumnya  bersifat  aerobik  nonfotosintetik,  tetapi  beberapa  protozoa
                       dapat hidup pada lingkung ananaerobik (misal pada saluran pencernaan manusia atau
                       ruminansia). Protozoa aerobik mempunyai mitokondria yang mengandung enzim untuk

                       metabolisme aerobik, dan untuk menghasilkan ATP melalui proses transfer elektron dan
                       atom hidrogen ke oksigen.

                              Protozoa  umumnya  mendapatkan  makanan  dengan  memangsa  organisme  lain
                       (bakteri)  atau  partikel  organik,  baik  secara  fagositosis  maupun  pinositosis.  Protozoa
                       yang  hidup  di  lingkungan  air,  maka  oksideng  dan  air  maupun  molekul-molekul  kecil

                       dapat berdifusi melalui membran sel. Senyawa makromolekul yang tidak dapat berdifusi
                       melalui  membran,  dapat  masuk  sel  secara  pinositosis.  Tetesan  cairan  masuk  melalui



                       53                                                                                  53
                       53                                                                                  53
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57