Page 87 - Metodologi-Penelitian-dan-Statistik-SC
P. 87

  Metodologi Penelitian dan Statistik 




               a.    Purposive Sampling
                     Metode  purposive  sampling    dapat  dilakukan  ketika  peneliti  telah  memahami
               karakteristik dari populasi, atau sampling dilakukan oleh orang yang telah mengenal betul
               populasi  yang  akan  diteliti  (seorang  ahli  di  bidang  yang  akan  diteliti).  Penentuan  sample
               selanjutnya  berdasarkan  tujuan-tujuan  tertentu  yang  telah  ditetepakan  serta  mewakili
               karakteristik dari populasi.
                     Dengan demikian, sampel tersebut akan representatif terhadap populasi yang sedang
               diteliti.
                     Purposive sampling juga sering dikaitkan dengan tujuan penelitian yang akan dilakukan.
               Sebagai contoh, jika kita hendak meneliti tentang hubungan pemberian tablet zat besi pada
               ibu hamil dengan kenaikan kadar haemoglobin darah ibu hamil tersebut, maka tidak perlu
               semua ibu hamil diteliti karena dampak pemberian zat besi akan terlihat setelah beberapa
               waktu  pemberian.  Dengan  demikian  maka  sampel  yang  dipilih  dalam  penelitian  tersebut
               adalah ibu hamil dengan usia kehamilan 4 bulan atau lebih (trimester ke-2 dan ke-3).

               b.    Insidental Sampling
                     Sampel insidental atau aksidental (insidental sampling atau accidental sampling) adalah
               pengambilan sampel dilakukan atas dasar seadanya tanpa direncanakan terlebih dahulu dan
               penggambaran hasil dari pengumpulan data tidak didasarkan pada suatu metoda yang baku.
               Misalnya, terjadi suatu keadaan luar biasa (KLB), data yang sudah terkumpul disajikan secara
               deskriptif dan hasil tersebut tidak dapat digeneralisasi

               c.    Quota Sampling
                     Sampel  yang  akan  diambil  ditentukan  oleh  pengumpul  data  dan  sebelumnya  telah
               ditentukan jumlah yang akan diambil. Kalau jumlah tersebut sudah dicapai, si pengumpul data
               berhenti, selanjutnya hasil itu dipresentasikan.
                     Sebagai contoh, misalnya seorang peneliti ingin mengetahui apakah masyarakat setuju
               dengan kebijakan larangan merokok di tempat umum. Sebelum mengumpulkan data telah
               ditentukan  bahwa  ia  akan  mewawancara  sebanyak  1000  orang  yang  sedang  mengunjungi
               sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Kepada setiap orang yang hendak mengunjungi sebuah
               pusat  perbelanjaan    ditanyakan  apakah  ia  setuju  dengan  kebijakan  larangan  merokok  di
               tempat umum. Orang yang ditanya atau responden mungkin hanya menjawab setuju atau
               tidak setuju. Peneliti tersebut akan berhenti setelah ia menanyai sebanyak 1000 orang dan
               akan menulis hasil temuannya.

               d.    Besar Sampel
                     Pertanyaan  yang  sering  muncul  ketika  hendak  melakukan  penelitian  adalah  berapa
               besar atau seberapa banyak sampel yang harus ”diambil” agar dapat mewakili populasinya?
               Ada dua hal yang harus dipenuhi untuk memperoleh sampel yang dapat mewakili populasinya
               atau representatif terhadap populasinya, yakni besar sampel dan cara pengambilan sampel.
               Besar sampel saja tidak menjamin bahwa sampel yang kita ”ambil” akan mewakili karakteristik
               populasinya  tanpa  memperhatikan  cara  pengambilannya.  Sebaliknya  cara  pengambilan



                                                           80
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92