Page 10 - TT_TEKVAK_Natalia Rara_175090101111028
P. 10

untuk memblokir fusi membran sel virus contohnya adalah inhibitor untuk TMPRSS2, IFN protein

               transmembrane yang diinduksi (IFITM). Kemudian pemanfaatan peptide untuk menghambat fusi
               juga  dapat  dilakukan.  HR1P  pada  posisi  998-1038  dan  HR2P  di  posisi  1251-1286  telah

               diidentifikasi sebagai yang bertanggung jawab untuk pembentukan inti fusi. Peptida HR2P dapat
               menghambat  replikasi  virus  MERS-CoV  dalam  cell  line,  seperti  Calu3  dan  HFL.  Melalui

               mikroskop electron suhu rendah, terungkap bahwa struktur globatl prefusional dari S-eksodomain

               menunjukkan bahwa domain terminal NCT dan CTD membentuk “V” yang membuat keseluruhan
               penampilan segitiga S timer. Subunit S2 terhubung ke membran virus dan terkarakteristik oleh

               adanya dari alpha helix panjang. Informasi structural tersebut dapat menjadi dasar desainn vaksin
               immunogen berbasis struktur terhadap virus corona. N protein dari MERS-CoV diproduksi secara

               melimpah selama infeksi dan menunjukkan imunogenisitas yang kuat. Hal tersebut menunjukkan

               bahwa protein tersebut adalah antigen yang ideal untuk deteksi antibodi virus. IgG Anti-N dapat
               digunakan sebagai indikator kerentanan terhadap infeksi CoV pada manusia. Laporan yang telah

               diceritakan dijelaskan dengan metoda baru untuk membangkitkan mAb yang diarahkan terhadap
               N protein. Dengan menggunakan sistem sintesis protein sel benih gandum, sejumlah besar antigen

               protein MERS-CoV N telah berhasil dipersiapkan dengan sangat mudah larut dan tidak aktif.
               Berdasarkan  karakteristik  biologis  dari  MERS-CoV,  langkah  pencegahan  dan  pengendalian

               infeksi sangat penting untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus ini. Untuk pasien dengan

               MERS, diagnosis dini yang efektif dan perawatan dini sulit untuk dicapai, terutama karena gejala
               awal atipikal, keterbatasan metode deteksi, dan penularan melalui udara. Oleh karena itu, terlepas

               dari diagnosis, penyedia layanan kesehatan harus selalu mengambil tindakan pencegahan standar
               yang  konsisten  untuk  semua  pasien.  Antibodi  tipe  IgM  terhadap  protein  MERS-CoV  perlu

               dideteksi dengan lebih efektif, sehingga memerlukan pengembangan antibodi yang lebih efektif
               (Li dkk., 2018).
   5   6   7   8   9   10   11   12