Page 71 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 71

2.  Berbicara  mengenai  regulasi  hukum,  maka  larangan

                    rangkap jabatan tidak diatur secara eksplisit dalam UU
                    Perseroan  Terbatas.  Ketentuan  mengenai  larangan

                    dilakukannya  rangkap  jabatan  diatur  dalam  beberapa
                    pasal  pada  UU  Persaingan  Usaha,  UU  BUMN,  UU

                    Yayasan, dan UU Koperasi. Berbeda dengan POJK No.
                    33/POJK.04/2014 Tentang Direksi dan Dewan Komisaris

                    Emiten atau Perusahaan Publik, justru memperbolehkan

                    adanya  rangkap  jabatan  bagi  Direksi  dan  Dewan
                    Komisaris dengan beberapa batasan yang diatur. Namun

                    pada  praktiknya,  ketentuan  yang  memperbolehkan

                    adanya rangkap jabatan ini masih tetap dilanggar dengan
                    melewati batasan yang ditentukan dalam POJK tersebut.


               B.  Saran

                    Peraturan  yang  ada  saat  ini  dinilai  kurang  tegas  dalam
               melarang seseorang melakukan rangkap jabatan. Khususnya

               dalam UU Persereoan Terbatas, dapat  dilihat bahwa Organ

               Perseroan  memiliki  beberapa  kewenangan  dan  tanggung
               jawab  untuk  kepentingan  Perseroan,  maka  diperlukan  juga

               pengaturan  mengenai  larangan  rangkap  jabatan  untuk
               membatasi kewenangan yang dimiliki Organ Perseroan serta

               memaksimalkan tanggung jawab yang diemban agar seluruh






                                            63
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76