Page 300 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 300

mengalami turn over karyawan hingga mencapai 50% dan nilai asetnya
                    akan mengalami penurunan hingga 80%. Sedangkan perusahaan dengan
                    ‘budaya  perusahaan’  yang  kuat  dalam  jangka  waktu  yang  sama
                    mengalami turn over karyawan 0% dan peningkatan asetnya mencapai
                    26%.

                   Ketekunan
                    Salah  satu  nilai  yang  perlu  dikembangkan  dalam  budaya  perusahaan
                    daerah adalah ketekunan. Ketekunan adalah upaya bersinambung untuk
                    mencapai  tujuan  tertentu  tanpa  mudah  menyerah  hingga  meraih
                    keberhasilan (Ranjit Singh Malhi, Enthancing Personal Quality, 2005).
                    Dengan kata lain, Denis Watley dalam Malhi, menyebutkan, “ketakutan
                    tetap  berlangsung  walau  adanya  rintangan  yang  menghadap  anda,  dan
                    anda mengetahui apa yang anda lakukan adalah benar”. Ketekunan sering
                    juga  digambarkan  sebagai  keberhasilan  seseorang  melakukan  sesuai
                    melalui  percobaan  dan  kesalahan  yang  dialaminya.  Semacam  bentuk
                    keuletan bekerja.
                        Tak  ada  sesuatu  pun  yang  bernilai  dapat  diraih  tanpa  adanya
                    dorongan  untuk  memulainya.  Untuk  itu  ketekunan  menjadi  syarat
                    utamanya. Tidak jarang mereka yang memiliki kecerdasan intelektual dan
                    bakat  tinggi  telah  gagal  mencapai  kinerja  tinggi  karena  kurangnya
                    keuletan. Sebaliknya mereka yang menjadi pemenang umumnya orang
                    biasa  namun  dengan  ketekunan  luar  biasa.  Mereka  berkeinginan  kuat
                    untuk mengerjakan apapun asalkan mampu mencapai tujuannya
                        Menurut Calvin Coolidge dalam Malhi, “tak ada sifat di dunia ini
                    yang  bisa  menyamakan  kedudukan  ketekunan”.  Bukan  bakat,  bukan
                    genius,  dan  bukan  pendidikan.  Masih  ingat  kisah  sukses  dari  Thomas
                    Alva Edison ? walau pendidikan formalnya begitu singkat karena orang
                    tuanya miskin namun berkat ketekunannya, dia menjadi inovator terbesar
                    sepanjang  sejarah.  Tercatat  1.903  paten  yang  dihasilkannya  termasuk
                    lampu  dan  gramopon.  Jadi,  semakin  tinggi  potensi  tersebut  ditambah
                    dengan ketekunan luar biasa maka hasilnya pun akan luar biasa
                        Untuk  memelihara  ketekunan  maka  beberapa  hal  yang  dapat
                    dilakukan. Pertama, mempraktikkan ucapan positif anda sendiri sesering
                    mungkin.  Misalnya  “kalau  orang  lain  bisa,  saya  pun  harus  bisa”.
                    Kemudian bertindaklah secara nyata dengan segera; selalu mengingatkan




                                                   276
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305