Page 303 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 303
memainkan emosi untuk membangun ketegasan dalam diri mereka.
Pemimpin sebaiknya berusaha untuk selalu berada dalam emosi yang
positif. Lebih baik pemimpin itu mengutamakan dampak dari tindakan
yang diambil atau diputuskan daripada emosi belaka.
Selain itu, logika pikiran yang kuat akan membuat pemimpin
memiliki kekuatan. Kekuatan untuk membedakan dan menentukan mana
yang benar dan salah akan menjadi sebuah “ketegasan” dalam diri seorang
pemimpin. Disamping ketegasan pemimpin, kedisiplinan karyawan juga
dapat dibentuk dari budaya kerja perusahaan. Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan, antara
lain :
a) Aturan harus ditetapkan dengan jelas. Misalkan aturan jadwal
kerja. Jadi dalam SOP (standard operating procedure)
perusahaan sudah harus disebutkan jam berapa karyawan dating,
toleransi keterlambatan, jam istirahat, dan jam berapa karyawan
bisa pulang. Semua itu harus jelas dan sesuai dengan aturan-
aturan perusahaan yang berlaku pada umumnya.
b) Penerapan konsekuensi terhadap kedisiplinan dan
ketidakdisiplinan yang jelas. Konsekuensi yang jelas akan
mendorong karyawan untuk lebih disiplin. Misal pemotongan
tunjangan. Hal ini biasanya membuat karyawan takut untuk tidak
disiplin dan memilih untuk mengubah perilaku buruknya.
c) Kedisiplinan merupakan bagian dari penilaian kinerja.
d) Ketidakdisiplinan haruslah diidentifikasi penyebabnya, baik itu
secara langsung maupun tidak langsung.
Semua ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan karyawan
yang akan berdampak positif terhadap perusahaan. Ingat, bahwa
ketegasan pemimpin adalah faktor utama penentu kedisiplinan
karyawan.
Keselamatan Kerja
Sebuah organisasi/perusahaan yang mengembangkan budaya organisasi,
etika bisnis dan GCG senantiasa menekankan keselamatan-untuk diri
sendiri, rekan kerja, dan komunitas kita. Setiap individu dalam sebuah
organisasi, tak terkecuali dalam perusahaan daerah, wajib mendukung
keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan warga organisasi. Tak ada
279

