Page 305 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 305
BAB VII
PENERAPAN GCG DAN BUDAYA
PERUSAHAAN DALAM HUBUNGAN DENGAN
KINERJA PERUSAHAAN DAERAH
Dalam era persaingan bisnis yang amat ketat seperti sekarang, setiap
perusahaan daerah perlu selalu berbenah diri. Upaya pembenahan diri dapat
dilakukan dengan cara melakukan reorganisasi dan restrukturisasi melalui
penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good
corporate governance/GCG. Diharapkan, melalui GCG, perusahaan daerah
bisa mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan dan mampu bersaing
dengan perusahaan nasional dan global.
Agar GCG menjadi sebuah budaya dalam manajemen perusahaan daerah,
Pemerintah Daerah harus memberikan kepercayaan penuh pada pihak
manajemen. Artinya, pemerintah daerah harus mampu menahan diri untuk
tidak ikut campur tangan atau mengintervensi segala kebijakan yang diambil
oleh pihak manajemen perusahaan daerah. Sebaliknya, pemerintah daerah
hendaknya memberi dorongan agar perusahaan daerah menerapkan struktur
organisasi perusahaan yang terdiri dari Dewan Pengawas dan Direksi. Lebih
daripada itu, pemerintah daerah hendaknya mendorong perusahaan daerah
untuk melengkapi diri dengan komite-komite yang menjamin pelaksanaan
fungsi audit, kepatuhan dan manajemen risiko, transparansi kondisi keuangan
termasuk penyediaan dana.
1. Kinerja dan Reputasi Perusahaan Daerah, Masih Rendah
Saat ini kinerja perusahaan daerah di Indonesia relatif masih rendah, bahkan
banyak di antaranya terancam likuidasi. Khususnya untuk BUMD yang berada
di bawah kendali pemerintah berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, di
antaranya melakukan privatisasi, dan merger, tetapi berbagai upaya tersebut,
cenderung mendapat reaksi negatif dari stakeholder sehingga belum
menimbulkan hasil yang optimal.
Sejak awalnya didirikan, BUMD di Indonesia memang berkontribusi
menopang APBD. Namun nilai kontribusi BUMD untuk pemerintah daerah
tidak lebih dari sebesar 2 s/d 3%, itupun hanya untuk daerah-daerah tertentu
281

