Page 311 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 311
3. Budaya Perusahaan Meningkatkan Kinerja dan Reputasi
Perusahaan Daerah
Seringkali budaya organisasi/perusahaan dikaitkan dengan ‘kadar
kualitas kerja’ para karyawan. Makanya, istilah budaya organisasi/perusahaan
tak jarang dipakai secara tumpang tindih dengan istilah ‘budaya kerja’.
Molbey (2005) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara
budaya organisasi/perusahaan dengan kinerja karyawan dan kinerja
organisasi/perusahaan. Budaya organisasi/perusahaan yang kuat dapat
menjadi generator utama dalam menggerakkan motivasi dan komitmen yang
sesungguhnya. Budaya organisasi/perusahaan juga dapat mengikat seluruh
warga organisasi/perusahaan untuk bersama-sama membentuk strategi
bertahan ataupun strategi bersaing sehingga dapat meraih tujuan
organisasi/perusahaan. Dengan kata lain, budaya organisasi/perusahaan
merupakan faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku para karyawan
untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi/perusahaan.
Pertumbuhan budaya organisasi/perusahaan atau ‘budaya kerja’
mengandaikan keterlibatan warga organisasi/perusahaan mengacu pada kode
etik, peraturan kerja, dan struktur organisasi. Bersama-sama dengan struktur
organisasi, budaya organisasi membentuk dan mengendalikan perilaku
organisasi dan perilaku para karyawannya. Dengan kata lain, budaya
organisasi/perusahaan merupakan faktor yang menentukan terciptanya kinerja
terbaik, baik bagi karyawan maupun bagi organisasi/perusahaan secara
keseluruhan.
Budaya perusahaan yang baik akan menghasilkan reputasi perusahaan
yang baik pula. Dan, reputasi perusahaan yang baik akan mampu
meningkatkan kinerja perusahaan melalui peningkatan profitabilitas karena
menarik pelanggan terhadap produk perusahaan, investor terhadap sekuritas
perusahaan dan pegawai untuk bekerja pada perusahaan tersebut.
Penilaian kinerja perusahaan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi
keuangan dan sisi non keuangan. Penilaian kinerja keuangan merupakan
sesuatu yang penting karena merupakan konsekuensi dari suatu keputusan
ekonomi yang diambil dari suatu tindakan ekonomi. Penilaian kinerja
perusahaan merupakan penentuan secara periodik efektivitas operasional
suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran,
287

