Page 309 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 309

Kunci utama dari kemitraan ini adalah mekanisme untuk mengatur dan
               mengkoordinasi secara benar sumber daya dan upaya-upaya yang berbeda dari
               para pelaku  yang berbeda. Perencanaan dan implementasinya dilaksanakan
               sesuai dengan kemampuan dan kekuatan masing-masing. Hal penting yang
               perlu  mendapat  perhatian  ketika  sebuah  perusahaan  daerah  berada  dalam
               proses kerja sama kemitraan adalah mengembangkan rasa saling percaya dan
               membentuk jejaring  kerjasama.

                    Oleh  karena  keterbatasan  kelembagaan  di  daerah,  tak  jarang  terjadi
               program  kemitraan  untuk  pembangunan  daerah  berjalan  kurang  stabil.
               Berhadapan  dengan  situasi  dan  kondisi  seperti  itu  perusahaan  daerah
               hendaknya tampil sebagai lembaga yang berperan sebagai pelopor, pembina
               dan pengawas. Artinya, perusahaan daerah mesti menjadi wadah atau basis
               kelembagaan  yang  mempelopori  kerjasama  kemitraan.  Lebih  dari  pada  itu
               perusahaan daerah juga tampil sebagai pihak yang melakukan pendampingan
               dalam merancang dan menerapkan rencana pengembangan.

                    Konsep  kemitraan  untuk  pembangunan  daerah  dekat  hubungannya
               dengan     tanggung    jawab    sosial   perusahaan    (corporate    social
               responsibility/CSR).  Sejalan  dengan  filosofi  CSR,  perusahaan  ingin
               mendedikasikan  dirinya  untuk  membangun  kemitraan  lokal,  memperkuat
               kapasitas  lokal,  perlindungan  lingkungan  dan  berkontribusi  dana  untuk
               pembangunan daerah. Kesadaran akan pentingnya CSR di antara para pebisnis
               menjadi prasyarat penting untuk melibatkan para pebisnis dalam kemitraan
               untuk pengembangan daerah.

               4).  Independency (Independensi)


                    Perusahaan daerah yang menerapkan proses pengambilan keputusan dan
               pelaksanaan  tugas  yang  dilakukan  secara  profesional,  tanpa  benturan
               kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun memiliki harapan
               besar untuk meraih kinerja dan reputasi terbaik.

               5).  Fairness (Kewajaran)

                    Kesediaan  perusahaan  daerah  untuk  mengutamakan  nilai  keadilan  dan
               kesetaraan. Artinya pihak perusahaan mesti memenuhi hak-hak shareholders
               dan stakeholders secara adil dan wajar berdasarkan perjanjian dan peraturan
               perundang-undangan yang berlaku.



                                                   285
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314