Page 312 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 312

standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Siegel and Marconi,
               1989 : 125-126). Tujuan penilaian kinerja adalah untuk memotivasi personel
               dalam  mencapai  sasaran  organisai  dan  untuk  menilai  kepatuhan  terhadap
               standar  yang telah ditetapkan sebelumnya, agar sesuai dengan tujuan  yang
               telah ditetapkan oleh perusahaan.

                    Pengukuran kinerja merupakan sesuatu yang kompleks dan merupakan
               tantangan  yang  besar  bagi  para  peneliti  (Li  &  Simerly,  1998  :  169-179).
               Chenhall (1997:43) memberikan bukti yang menyatakan bahwa pengukuran
               kinerja  memberikan  umpan  balik  dalam  bentuk  pengendalian  stratejik.
               Penelitian  Daniel  dan  Reitsperger  (1991  :  54)  membuktikan  bahwa  jika
               perusahaan  menggunakan  strategi  yang  terus-menerus  juga  memberikan
               umpan  balik  yang  lebih  sering  untuk  meningkatkan  kinerjanya.  Menurut
               Jaworski & Kohli (1993 : 53-70) pengukuran kinerja dapat diukur dengan dua
               pendekatan yang berbeda, yaitu :

               1)  Judgmental.  Pengukuran  ini  menggunakan  informasi  dari  penilaian
                    perusahaan atas seluruh kinerja bisnis dan pesaingnya, yang dapat dinilai
                    dengan  skala  5  poin.  Penilaian  tersebut  biasanya  berkaitan  dengan
                    profitabilitas,  ukuran  perusahaan,  pangsa  pasar,  dan  pertumbuhan
                    (Deshpande, Parley & Webster, 1993:74).

               2)  Objective.  Metode  pengukuran  ini  menggunakan  angka-angka,  baik
                    secara  finansial  maupun  presentasi.  Kohli  dan  Jawarski  (1990)
                    menggunakan ukuran ROI, profit, volume penjualan, pangsa pasar dan
                    pertumbuhan  penjualan.  Narver  &  Slater  (1990)  menggunakan  ROA
                    sebagai tolak ukur kinerja.


               4.  Persepsi  Manajemen  Terhadap  Penerapan  GCG  di  Lingkungan
                    Perusahaan Daerah di Indonesia

                    Keputusan Meneg. BUMN nomor : KEP-117/M-MBU/2002 tanggal 31
               Juli  2002  tentang  penerapan  prinsip-prinsip  GCG,  yaitu  :  transparansi,
               kemandirian,  akuntabilitas,  pertanggungjawaban,  dan  kewajaran  (fairness)
               pada pengelolaan BUMN PSO maupun BUMN komersial. Diperkuat dengan
               kebijakan Meneg BUMN yang selalu menekankan agar setiap BUMN harus
               menerapkan GCG (Sumber : Arah kebijakan Master Plan Tahun 2005-2009)
               menunjukkan komitmen Pemerintah sangat serius untuk meningkatkan kinerja




                                                   288
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317