Page 306 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 306
di pulau Jawa. Sayangnya hingga saat ini pemerintah pusat melalui Depdagri
dan Pemerintah Daerah dalam pembangunan daerah masih sangat rendah.
Seharusnya paling tidak perusahaan daerah khususnya BUMD di dorong
untuk minimal memiliki kontribusi 20% hingga 30% persen untuk APBD,
atau secara nasional BUMD dan perusahaan swasta daerah dapat berkontribusi
10% hingga 15% terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). Selain didera
kinerja yang masih rendah, BUMD juga masih terkungkung oleh reputasi yang
masih rendah. Rendahnya kinerja dan reputasi BUMD dan perusahaan swasta
daerah tersebut diduga karena kredibilitas, reliabilitas serta kepercayaan
publik akan BUMD ini masih rendah, di mana secara konseptual ketiga
fenomena tersebut merupakan indikasi rendahnya reputasi dari BUMD dan
perusahaan daerah tersebut. Menurut Fornburn (2001:16) untuk membantu
perusahaan membentuk reputasi yang kuat dan menguntungkan, terdapat
beberapa unsur pokok, yakni: kredibilitas, reliabilitas, kepercayaan
(trustworthiness), dan tanggung jawab (responsibility). Di mana hingga saat
ini keempat indikasi pendorong meningkatkan reputasi tersebut tampaknya
belum diimplementasikan secara optimal oleh BUMD dan perusahaan swasta
daerah.
Rendahnya kinerja dan reputasi perusahaan daerah dan reputasi BUMD
tersebut cenderung disebabkan oleh belum accountable-nya dan tidak
transparannya dalam melakukan kegiatan usaha yang selama ini
dijalankannya. Fenomena tersebut secara konseptual merupakan indikasi dari
rendahnya pengelolaan dalam melakukan GCG dan pengembangan budaya
perusahaan yang sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis yang ada. Para
pengambil keputusan di perusahaan daerah tampaknya belum mampu
memberikan nilai-nilai transparency, responsibility, accountability,
independency, dan fairness.
Mengacu pada masalah yang dihadapi perusahaan daerah di atas, maka
perusahaan daerah perlu memperhatikan hubungan antara GCG dan budaya
perusahaan, agar dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan dan dapat
mendorong peingkatan kinerja perusahaan. Untuk penerapannya maka penting
untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Bagaimana persepsi manajemen dalam mempertimbangkan
pengembangan GCG pada lingkungan BUMD dan perusahaan swasta
daerah di Indonesia.
282

