Page 322 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 322

6.4  Aspek Tanggun Jawab (Estimasi Publik)

                    Mengenai  tingkat  pertimbangan  manajemen  perusahaan  daerah  dan
               BUMD terhadap aspek tanggung jawab terlihat bahwa pada umumnya pihak
               manajemen BUMD relatif belum sepenuhnya memperhatikan aspek tanggung
               jawab  sosial.  Tanggung  jawab  perusahaan  yang  tinggi  mencerminkan
               kepedulian  perusahaan  terhadap  stakeholder,  pengembangan  masyarakat
               sekitar maupun terhadap lingkungan sekitar seperti penyaluran dana bantuan
               program bina lingkungan dan bantuan lainnya. Oleh karena itu perusahaan
               yang memiliki tanggung jawab yang tinggi akan diakui oleh pihak lain sebagai
               perusahaan yang memiliki reputasi baik dan terpercaya.

                    Dengan  memperhatikan  hal-hal  di  atas  maka  perusahaan  daerah  dan
               BUMD di Indonesia pada dasarnya belum mempertimbangkan berbagai aspek
               yang  menyangkut  implementasi  GCG  yang  meliputi  aspek  transparansi,
               keadilan dan kewajaran, akuntabilitas, serta responsibilitas. Keempat aspek
               belum dipertimbangkan dan dijalankan oleh perusahaan daerah dan BUMD,
               akan tetapi optimalisasi dalam melaksanakan semua aspek yang menyangkut
               GCG tersebut cenderung masih belum optimal, di samping itu hal menarik
               yang ditemukan terjadi urutan validitas yang kuat dari keempat aspek di atas,
               dimulai dari aspek : Akuntabilitas, transparansi, responsibilitas dan keadilan.
               Ini  merupakan  hal  utama  yang  diinginkan  stakeholder  dari  BUMD  dan
               perusahaan daerah di Indonesia adalah kejelasan fungsi, hak, dan kewajiban
               wewenang  dan  tanggung  jawab  antara  pemegang  saham,  dewan  komisaris
               serta direksi. Sesuai teori dengan adanya kejelasan inilah maka perusahaan
               akan terhindar dari kondisi agency problem (benturan kepentingan peran).

                    Jika dilihat dari sisi budaya perusahaan yang merupakan penggerak dan
               spirit daripada perusahaan melakukan pengembangan bisnis, ternyata secara
               umum  belum  cukup  dipertimbangkan  oleh  perusahaan  daerah  dan  BUMD
               untuk itu, optimalisasi dalam implementasinya masih memerlukan perhatian
               secara  seksama  oleh  pihak  manajemen  BUMD  dan  perusahaan  daerah,
               terutama terhadap aspek-aspek GCG harus memiliki urutan validitas yang erat
               :  unsur  dukungan,  prestasi,  peran  dan  unsur  kekuasaan  justru  yang  paling
               terakhir.  Hal  ini  membuktikan  bahwa  iklim  yang  diharapkan  yang  paling
               utama  dalam  budaya  BUMD  dan  perusahaan  daerah  di  Indonesia  adalah
               culture of trust (budaya saling percaya), dalam hal ini pegawai yakin bahwa
               mereka  dinilai  sebagai  manusia,  bukannya  mesin.  Secara  teori  perusahaan



                                                   298
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327