Page 359 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 359
memadai atau gagal, dari orang, dari sistemnya sendiri, maupun dari kejadian-
kejadian di luar sistem (bersifat eksternal).
Lembaga Administrasi Obat-Obatan dan Makanan atau Food and Drugs
Administration (FDA) merupakan salah satu contoh lembaga di Amerika
Serikat yang menggunakan metode ORM dalam mempertanggungjawabkan
keamanan satu produksi pengimporan, pergudangan (warehousing),
transportasi dan persebaran makanan (barang konsumsi) di negara tersebut.
Secara umum, seperti yang dilakukan oleh FDA, terdapat enam langkah dari
ORM, yaitu (1) mengenali bahaya (identify the hazards); (2) menakar atau
menilai risiko yang ada (assess the risk); (3) menganalisa ukuran pengendalian
risiko (analyze risk control measures); (4) membuat keputusan pengendalian
(make control decision); (5) menerapkan pengendalian risiko (implement risk
controls); dan (6) pengawasan dan peninjauan (supervise and review).
Sedangkan metodologi analisis risiko CARVER+Shock—satu mode
yang digunakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang
kemudian diadaptasi oleh beberapa lembaga lainnya, seperti Departemen
Pertanian Amerika Serikat (USDA), Food Safety and Inspection (FSIS), dan
Badan Keamanan Dalam Negeri Ketahanan Pangan dan Kesiapsiagaan
Darurat (OFSED)—merupakan sebuah perangkat yang lebih bersifat
memprioritaskan target ofensif untuk mengidentifikasi simpul-simpul kritis
yang cenderung rentan menjadi target dari serangan teroris, dan juga untuk
merancangkan ukuran pencegahan dalam mengurangi risiko. Cara ini,
sesungguhnya, memiliki hubungan dengan metodologi dalam ORM.
Metode CARVER+Shock mempertimbangkan dan membahas tujuh
faktor yang mempengaruhi daya tarik dari sebuah target (korban risiko), antara
lain :
1) Critically, yakni sejauh mana faktor kesehatan publik dampak
ekonomi mencapai intense penyerang atau pelaku (attacker). Faktor
ini mengajukan pertanyaan seberapa pentingnya sebuah target
sebagaimana ditentukan oleh dampak dari pengerjaan dan
pengrusakan.
2) Accessibility, yakni akses atau jalan masuk terhadap target. Faktor ini
mempertanyakan semudah apa sebuah target dapat disentuh, baik
335

