Page 364 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 364
dengan perusahaan lain sehingga adanya persoalan seperti penggantian
kerugian.
3.3 Risiko Spekulatif (Speculative Risk)
Risiko spekulatif merupakan ketidakpastian akan terjadinya untung atau
rugi. Risiko ini dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) tipe yaitu :
a) Risiko pasar : risiko yang terjadi dari pergerakan harga pasar. Contoh :
harga saham mengalami penurunan sehingga menimbulkan kerugian.
b) Risiko kredit: risiko yang terjadi karena counter party gagal memenuhi
kewajibannya kepada perusahaan. contoh : timbulnya kredit macet,
persentase piutang meningkat.
c) Risiko likuiditas : risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan
kas. Contoh : kepemilikan kas menurun, sehingga tidak mampu
membayar hutang secara tepat, menyebabkan perusahaan harus menjual
aset yang dimilikinya.
d) Risiko operasional : risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional
yang tidak berjalan lancar. Contoh, terjadi kerusakan pada komputer
karena serangan virus.
3.4 Risiko Statis (Static Risk) :
Risiko statis merupakan ketidakpastian ataupun kerugian yang sifatnya
baik murni maupun spekulatif dan tidak berubah yang berada dalam
keseimbangan stabil. Contoh, ketidakpastian/kerugian usaha oleh karena suatu
unit usaha mengalami kerusakan tetap karena suatu musibah atau bencana.
3.5 Risiko Dinamis (Dynamic Risk) :
Risiko dinamis merupakan ketidakpastian usaha yang sifatnya murni
ataupun spekulatif timbul dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
Contoh, urbanisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,
internet dan media sosial.
3.6 Risiko Subyektif (Subjective Risk) :
Risiko subyektif merupakan ketidakpastian usaha yang berkaitan dengan
kondisi mental seseorang yang mengalami keragu-raguan dan kecemasan akan
terjadinya kejadian tertentu.
340

