Page 367 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 367

tukar.  Dengan  kata  lain,  risiko  ekonomi  berkaitan  dengan  potensi
                       fluktuasi  pada  ekposur  korporat.  Eksposur  korporat  berupa  nilai
                       perusahaan atau kekayaan pemegang saham.  Bagi  perusahaan  yang
                       telah go public, eksposur korporat tercermin pada harga saham. Karena
                       harga  saham  merupakan  objek  yang  perlu  diukur,  di  monitor,  dan
                       dikendalikan terhadap risiko dan objek tersebut mencerminkan kinerja
                       perusahaan  secara  keseluruhan.  Nilai  perusahaan  atau  harga  saham
                       tergantung pada dua variabel : ekspektasi arus kas dan faktor diskon.
                       Perubahan nilai tukar bisa menyebabkan perubahan arus kas.
                           Dampak perubahan nilai tukar terhadap ekspektasi arus kas sangat
                       beragam, tergantung dari aktivitas perusahaan. Bagi perusahaan yang
                       menggunakan  bahan  baku  impor  dan  pembayaran  dalam  $AS,
                       sedangkan penjualan produk hanya di dalam negeri dalam pembayaran
                       Rupiah, melemahnya Rupiah terhadap $AS berdampak sangat buruk.
                       Ini sudah terbukti selama krisis sejak pertengahan tahun 1997. Karena
                       beban pembayaran bahan baku impor meningkat, sedangkan nilai jual
                       tidak meningkat seperti naiknya biaya bahan baku tersebut.
                           Sebaliknya,  menguatnya  Rupiah  terhadap  $AS  menguntungkan
                       pengguna  bahan  baku  impor.  Perusahaan  dapat  menghemat  Rupiah
                       untuk  membayar  bahan  baku  sementara  penjualan  konstan,  atau
                       bahkan meningkat. Akibatnya, ekspektasi keuntungan membaik dan
                       ekspektasi  arus  kas  juga  membaik.  Berbeda  bagi  eksportir,
                       melemahnya Rupiah terhadap $AS justru menguntungkan perusahaan.
                       Dengan penjualan yang sama dalam $AS, pendapatan dalam Rupiah
                       meningkat.  Akibatnya,  ekspektasi  keuntungan  meningkat  dan
                       ekspektasi arus kas juga meningkat. Demikian juga sebaliknya. Faktor
                       diskon  mencerminkan  tingkat  risiko  perusahaan.  Semakin  tinggi
                       persepsi  mengenai  tingkat  risiko  perusahaan,  semakin  tinggi  juga
                       faktor diskon. Dampaknya, nilai perusahaan atau harga saham semakin
                       kecil.  Melemahnya  Rupiah  cenderung  menyebabkan  faktor  diskon
                       meningkat.  Depresiasi  Rupiah  terjadi  karena  memburuknya  kondisi
                       ekonomi,  bahkan  juga  memburuknya  kondisi  politik  dan
                       pemerintahan,  keamanan,  dan  potensi  ekonomi.  Hal-hal  tersebut
                       menyebabkan  hilangnya  daya  tarik  investasi  karena  investor  takut.
                       Ketakutan tersebut kemudian tercermin dalam faktor diskon.






                                                   343
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372