Page 366 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 366
jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan deposan atau debitur;
risiko ini terjadi sebagai akibat kegagalan pengelolaan antara sumber dana
dan penanaman dana (mismatch) atau kekurangan likuiditas/dana
(shortage) yang mengakibatkan bank tidak mampu memenuhi kewajiban
keuangan mereka pada waktu yang telah ditetapkan.
g) Risiko Nilai Tukar atau Risiko Mata Uang adalah bentuk risiko yang
muncul karena perubahan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang
yang lain. Dampak nilai tukar mirip dengan dampak suku bunga. Nilai
tukar dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dari sisi arus kas, aset,
maupun kewajiban. Perusahaan mengalami kerugian pada sisi aset dan
arus kas masuk bila mata uang asing melemah terhadap rupiah, ataupun
sebaliknya. Kondisi sebaliknya terjadi pada sisi kewajiban dan arus kas
keluar. Perusahaan mendapat keuntungan bila valuta asing melemah
terhadap Rupiah, dan sebaliknya.
Menurut Nonna Belle dalam Manajemen Risiko-Risiko Nilai Tukar (Bab
11) Risiko Nilai tukar terdiri dari tiga jenis risiko :
1) Risiko Transaksi merupakan potensi naik turunnya arus kas perusahaan
(berkaitan dengan valuta asing) akibat nilai tukar. Risiko transaksi nilai
tukar berlaku untuk :
Transaksi Masukan adalah transaksi yang menyebabkan masuknya
uang perusahaan. Contoh : penjualan & investasi sekuritas.
Transaksi Keluaran adalah transaksi yang menyebabkan perusahaan
berkewajiban membayar. Contoh: pembayaran impor bahan baku &
pembayaran kewajiban.
2) Risiko Akuntansi (Risiko Transaksi) merupakan potensi fluktuasi laba
perusahaan. Perusahaan yang bisa terkena risiko akuntansi ada dua
macam :
Perusahaan jenis pertama adalah mereka yang memiliki
pinjaman/aset dalam mata uang asing.
Perusahaan jenis kedua yang terkena risiko akuntansi adalah mereka
yang memiliki cabang/anak perusahaan di luar negeri.
4) Risiko Ekonomi. Risiko ekonomi merupakan potensi fluktuasi nilai
perusahaan atau kekayaan pemegang saham akibat perubahan nilai
342

