Page 61 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 61
masing-masing. Selanjutnya Noerdin mendesak agar pihak manajemen
mengambil beberapa langkah penanggulangan.
Sementara BUMD yang lainnya seperti PD Pertambangan Dan
Energi (PDPDE), PD Swarna Dwipa, dan Bank Sumsel, Kinerjanya
cukup baik. “Ada yang bagus, ada yang lumayan dan ada yang merah,”
kata gubernur Sumsel Alex Noerdin usai mengikuti presentasi dan
paparan dari PD PDE dan PD Prodexim, pada 09 Februari 2009
Alex Noerdin menjelaskan bahwa banyak penyebab perusahaan
daerah tersebut menjadi kritis. Salah satunya karena pemegangnya bukan
orang yang memiliki jiwa entrepreneurship. Padahal yang namanya
perusahaan, meski itu perusahaan daerah, namun harus profit making
artinya mencari peluang keuntungan untuk pemasukan daerah. “Ini
barangkali pengelolanya tidak memiliki jiwa bisnis, jadi bagaimana
perusahaan daerah mau maju,” katanya.
Hal senada diungkapkan anggota DPRD Sumsel dari Komisi II, Aruji
Kartawinata. “Kami yang selama ini mempelajari kondisi perusahaan
daerah itu merasa memang ada yang harus dibenahi. Bagaimana
membayangkan, PD Prodexim yang salah satunya mengelola SPBU kok
bisa bangkrut tanpa aset lagi. Dengan karyawan yang tak menerima gaji
lagi sejak setahun terakhir. Padahal, pihak swasta yang mengelola SPBU,
tak ada yang bisa bangkrut,” katanya. Karenanya, Komisi II DPRD
merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan langkah-
langkah pembenahan terhadap perusahaan daerah yang merugi itu.
Seperti Prodexim, awalnya dulu di gagas untuk bergerak dibidang
produksi ekspor impor sesuai namanya yang merupakan singkatan
Produksi ekspor-impor. “Makanya, perusahaan tersebut harus kembali ke
bisnis intinya.”
Wakil ketua DPRD Sumsel Bihaki Sofyan juga menyatakan hal
senada. “Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah perbaikan
secara strategis. Misalnya dengan menyuntikan dana segar. Kalau
dibiarkan berlarut-larut, akan semakin merugikan. Karena hanya
membebani keuangan,” katanya. Sebab, melihat kondisi perusahaan
sekarang, lanjut Sofyan, untuk menghidupi karyawan saja rasanya sudah
berat karena aset perusahaan nyaris habis.
44

