Page 59 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 59
Masyarakat memprotes kegiatan penambangan oleh warga karena alasan di
atas.
Mengantisipasi kondisi-kondisi tersebut pemerintah pusat dan daerah
perlu membuat peraturan daerah yang saling menguntungkan serta
memperbaiki faktor-faktor yang akan menyebabkan terjadinya inefisiensi
seperti (1) rendahnya pelayanan publik, (2) tidak adanya kepastian hukum, dan
(3) Peraturan Daerah (Perda) yang tidak “pro-bisnis”, ketidakpastian
kebijakan, pungutan liar, perijinan usaha, dan regulasi pasar tenaga kerja (4)
penerapan GCG yang belum optimal. Pemerintah Pusat dan Daerah
berkeyakinan bahwa perbaikan tersebut akan berdampak pada kondisi saling
menguntungkan antara investor dengan kepentingan umum, sehingga dapat
mencegah terjadinya kepincangan antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi
karena banyak investor yang masuk tetapi kesejahteraan masyarakatnya
rendah.
7. Perusahan Daerah atau BUMD yang Tidak Sehat
Belum optimalnya pengelolaan perusahaan daerah berakibat pada
kemunduran kinerja, bahkan kebangkrutan. Berikut ini beberapa contoh
perusahaan daerah (BUMD) yang mengalami kebangkrutan.
1) Kahyangan di Kabupaten Jember
Situs Tempo.co, Jumat, 18 Juli 2014 merilis berita tentang
bangkrutnya salah satu perusahaan milik Pemerintah Daerah Kabupaten
Jember. Perusahaan Daerah tersebut bergerak dibidang perkebunan
dengan nama Kahyangan. Pernyataan bangkrutnya dinyatakan langsung
oleh Direktur Utama Kahyangan H.M. Sudjatmiko mengatakan
perusahaan ini terlilit masalah keuangan yang amat serius. “Penyebab
kebangkrutan adalah pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran. Kami
benar-benar bangkrut sekarang,” ujar Sudjatmiko.
Menurut dia, pendapatan dari penjualan seluruh komoditas produksi
tanaman Kahyangan terus merosot. Selama 2013, perusahaannya hanya
menerima pendapatan Rp. 6 Milyar dari penjualan Karet, kopi, kakao, dan
cengkeh. “Padahal biaya yang harus dikeluarkan untuk ongkos produksi
dalam setahun lebih dari Rp. 20 Miliar”.
Tanda-tanda bangkrutnya perusahaan tersebut sebenarnya sudah
terasa sejak Oktober 2013. Saat itu harga jual karet benar-benar anjlok
42

