Page 58 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 58

bertujuan  untuk  mendapatkan  proyek  dan  mempermudah  dalam
                      memperoleh izin.

                    Sementara hasil survei Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah
               (KPPOD)  menunjukan  bahwa  institusi  merupakan  faktor  utama  yang
               menentukan daya tarik investasi di suatu daerah, diikuti oleh kondisi sosial
               politik, infrastruktur fisik, kondisi ekonomi daerah dan produktivitas tenaga
               kerja.  Dalam  keadaan  normal,  potensi  ekonomi  merupakan  faktor  utama
               pertimbangan investasi.
                    Lembaga peneliti FEUI yang melakukan survei terhadap lebih dari 2.000
               perusahaan di lebih dari 60 Kabupaten/kota menemukan bahwa alasan utama
               dibalik  peningkatan  ketidakpastian  usaha  yang  signifikan  berhubungan
               dengan masih kurangnya kemampuan pemerintah daerah dalam menciptakan
               dan mempertahankan iklim bisnis yang menarik.
                    Bukan rahasia umum lagi  bahwa perilaku aparat  birokrasi  yang korup
               mengakibatkan (1) rendahnya pelayanan publik, (2) tidak adanya kepastian
               hukum, dan (3) Peraturan Daerah (Perda) yang tidak “pro-bisnis” merupakan
               kejadian  sehari-hari  yang  dihadapi  perusahaan  daerah  yang  menyebabkan
               iklim  tidak  kondusif.  Pelayanan  publik  yang  dikeluhkan  terutama  terkait
               dengan ketidakpastian biaya dan lamanya waktu berurusan dengan perizinan
               dan  birokrasi.  Kondisi  tersebut  diperparah  lagi  dengan  masih  berlanjutnya
               berbagai pungutan, baik resmi maupun liar, yang harus dibayar perusahaan
               kepada para petugas, pejabat, dan preman. Banyaknya perusahaan daerah yang
               dijadikan sapi perah menjadi alasan utama mengapa perusahaan daerah kurang
               dapat  bersaing  dengan  perusahaan  nasional  dan  internasional.  Kondisi  ini,
               diperparah lagi oleh ketidakpastian kebijakan, perizinan usaha, dan regulasi
               pasar tenaga kerja.
                    Faktor  lain  yang  turut  menghambat  pengembangan  perusahaan  daerah
               adalah penolakan masyarakat lokal terhadap kehadiran investor. Ada banyak
               alasan  yang  membuat  masyarakat  lokal  menolak  kehadiran  investor  untuk
               mengembangkan usaha di daerah. Beberapa di antaranya adalah pencemaran
               lingkungan  hidup  dan  minimnya  kontribusi  perusahaan  di  daerah  untuk
               kesejahteraan rakyat lokal. Hal ini misalnya terjadi pada kasus masyarakat
               Hu’u, kabupaten Dompu yang menolak izin eksplorasi pertambangan tembaga
               dan  emas  di  Kecamatan  Hu’u  oleh  PT.  Sumbawa  Timur  Mining  (STM).







                                                   41
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63