Page 103 - Skripsi_Risqi Apriyadi_20140830006
P. 103
classroom, dan materi didalam mata kuliah shokyū kaiwa ini dirasa cocok
dengan penerapan model pembelajaran flipped classroom.
Untuk kegiatan didalam kelas yang dilakukan secara daring atau
tatap maya, hal ini tidak terlalu mendapat nilai positif dari mahasiswa,
dikarenakan keaktivan kegiatan dikelas tidak terlalu dirasakan oleh
mahasiswa, hal ini dibuktikan dengan hampir sama banyaknya mahasiswa
yang setuju dan kurang setuju untuk aspek keaktivan kegiatan dikelas.
Begitupun dengan kemudahan kegiatan yang dilakukan di dalam kelas
yang agaknya tidak begitu dirasakan oleh mahasiswa. Hal itu juga
berbanding lurus dengan jawaban dari mahasiswa yang mana mahasiswa
yang menjawab setuju hampir sama dengan mahasiswa yang menjawab
kurang setuju.
C. Hasil Penelitian
1. Hasil Penelitian Data Observasi
Dari hasil analisis data yang didapatkan dari observasi, diketahui
alur dari perkuliahan daring mata kuliah shokyū kaiwa yang menerapkan
model pembelajaran flipped classroom tidaklah sama dengan perkuliahan
konvensional, namun prekuliahan sudah dimulai sejak satu minggu
sebelum pertemuan tatap muka dilakukan, dalam hal ini tatap muka
diganti dengan tatap maya karena perkukliahan dilakukan secara daring.
Pada pembelajaran flipped classroom memiliki empat fase yaitu fase 0
mahasiswa melakukan pembelajaran secara mandiri di rumah, fase 1
adalah saat mahasiswa menghadiri kelas, fase berikutnya adalah fase 2,
76

