Page 33 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 48 - 27 November 2022)
P. 33
RENUNGAN HARIAN GKIA
JANJI ALLAH BAGI ORANG BENAR Rabu|30 November 2022
DOA
M Tuhan, terkadang kami kecewa bahkan marah melihat orang fasik yang hidupnya mujur, dan kami menjadi begitu
1 sedih menyaksikan orang benar hidup dalam penderitaan. Tolong kami memahami kebenaran-Mu. Demi Nama Yesus
kami berdoa, Amin.
M
2 Mazmur 37:1-11, 25-26, 37; Mazmur 73
Ayat mas:
“Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada
masa depan” (Mazmur 37:37).
M
3 Menurut Pemazmur, mengapa kita tidak boleh marah ketika melihat kebahagiaan orang fasik?
P Dalam sebuah percakapan, yang seorang bertanya kepada yang lainnya, “Jika Anda diberi kesempatan bertanya langsung kepada
E Tuhan, apa yang Anda mau tanyakan?”
N Lalu yang lain menjawab, “Saya mau bertanya kepada Tuhan: Mengapa orang baik hidupnya begitu biasa, bahkan tak jarang
D menderita, tetapi orang yang tidak baik, hidupnya malah begitu nyaman, bahkan berkelimpahan?”
A Agaknya pertanyaan ini mewakili banyak orang, dan mungkin termasuk mewakili pertanyaan kita atau bahkan mewakili pengalaman
kita pribadi.
L Pertanyaan “Mengapa … ?” bukan hal yang baru, bahkan di dalam Alkitab pun tersirat bahwa umat Allah pada saat
A itu bergumul dengan pertanyaan ini. Mazmur 73:3-5 memuat pergumulan orang benar melihat kehidupan orang fasik yang
M nampaknya begitu lancar-lancar saja, katanya, “Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-
A orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia,
N dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.”
Lalu ia membandingkan keadaan orang fasik itu dengan keadaannya sendiri, keluhnya, “Sia-sia sama sekali aku
mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena
hukum setiap pagi” (Mazmur 73:13-14).
Menanggapi realita sering dijumpai dalam keseharian ini, di dalam bacaan utama kita Mazmur 37 – Raja Daud yang sudah mengalami
begitu banyak dinamika kehidupan baik itu jatuh ke dalam dosa dan bangkit kepada kebenaran, menulis suatu pengajaran bijaksana
yang memuat peringatan, ajaran, perintah, janji yang bersyarat bagi mereka yang taat, perkataan-perkataan perbandingan dan di
dalamnya juga ada gambaran akhir hidup atau “nasib” orang benar dan orang fasik.
Pemazmur berkata, “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat
curang” (Mazmur 37:1). “Jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya”
(Mazmur 37:7). “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu” (Mazmur 37:8) – karena semuanya itu hanya akan membawa
kepada kejahatan.
Tetapi orang benar akan menerima janji Allah seperti yang dikatakan di dalam beberapa ayat berikut: “Percayalah kepada TUHAN dan
lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu
apa yang diinginkan hatimu” (Mazmur 37:3-4). “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan
bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang” (Mazmur 37:5-6). “Tetapi orang-orang yang
menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri” (Mazmur 37:9b). “Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan
bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah” (Mazmur 37:11b).
Ungkapan “diam di negeri” dan “mewarisi negeri” memiliki makna “diam di dalam kebenaran” dan “mewarisi kebenaran.” Secara
khusus Daud memberikan undangan kesetiaan untuk berjalan di jalan kebenaran. Pada akhirnya, Allah membawa manusia kepada
rancangan kekal-Nya, yakni membawa pada keselamatan. Raja Daud sudah diperbaharui lebih dulu dan dari keturunannya rancangan
kekal Allah tergenapi.
Berhati-hatilah dan tetaplah waspada untuk tetap tinggal dalam kebenaran karena tidak selamanya orang fasik berbahagia dan tidak
selamanya orang benar menderita. Orang fasik akan dilenyapkan. Tetapi akan ada masa depan bagi orang yang suka kebenaran
(Mazmur 37:37). Pemazmur telah menyaksikan sendiri bagaimana orang fasik akan dilenyapkan, bukan hanya hartanya, dirinya sendiri
pun akan lenyap, sedangkan orang benar, yang setia dalam Tuhan dan kebenaran-Nya akan dipelihara Tuhan selama-lamanya (baca
juga Mazmur 73:18-24).
Dengan demikian, marilah kita bertekun di dalam kebenaran, serta meneruskan kebenaran kepada keturunan kita, karena itulah
warisan yang abadi dan mulia. “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,
atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat”
(Mazmur 37:25-26). (MDR)
M Apakah Anda pernah menyaksikan kehidupan orang fasik yang mujur, dan kehidupan orang benar yang tak luput dari
4 penderitaan? Bagaimana Anda menyikapinya?
M Berdoalah kepada Tuhan agar kita bersedia dibentuk melalui realita yang ada di dunia ini, seraya terus berupaya
5 untuk tinggal di dalam kebenaran bersama keluarga dan rekan-rekan KOMIT kita.
33

