Page 34 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 48 - 27 November 2022)
P. 34
RENUNGAN HARIAN GKIA
JANJI ALLAH: MENEGUHKAN IMAN DAN PENGHARAPAN Kamis |1 Desember 2022
DOA
M
1 Ya Bapa, anugerahkan kepada kami hati yang mau terus diubahkan, percaya akan janji-Mu, dan semakin teguh di
dalam iman dan pengharapan. Di dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.
M
2 Yehezkiel 37:1-14
Ayat mas:
”Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” (Yehezkiel 37:6b)
M
3 Apa makna dari penglihatan Nabi Yehezkiel?
P Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Bangsa Israel terjebak di dalam sebuah siklus yang seolah tiada akhirnya: Menderita
E karena ketidaktaatan kepada Allah—memohon ampun dan memohon pertolongan Allah—ditolong Allah—terlena dalam
N anugerah Allah—kembali melakukan pelanggaran—menderita karena ketidaktaatan—memohon ampun dan memohon
D pertolongan Allah—ditolong Allah—terlena dalam anugerah Allah—kembali melakukan pelanggaran—terus berlanjut hingga
A akhirnya Allah membawa mereka ke tempat pembuangan di Babel.
L Di sana mereka merasakan penderitaan yang luar biasa, tidak bisa menikmati hidup apalagi lari dan
A mengecap kebebasan untuk waktu yang lama. Kesesakan yang menghimpit mereka membuat mereka nyaris putus asa dan
M hidup tanpa pengharapan karena merasa sudah sampai di jalan buntu. Namun di tengah situasi yang menyesakkan, melalui
A nabi-nabi-Nya, Allah menyadarkan Umat Israel akan pelanggaran yang mereka dan nenek moyang mereka lakukan dan bukan
N hanya menyadarkan, Allah juga menyatakan janji pemulihan bagi mereka.
Penglihatan yang dialami oleh Nabi Yehezkiel ini menunjukkan sebuah pengharapan yang tidak biasa. Di
tengah lembah penuh tulang belulang yang amat kering, Allah bertanya “Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Mungkin kita akan menjawab, “Mustahi!.” Tetapi Yehezkiel begitu mengenal Allah yang sangat mampu mengerjakan apa yang
mustahil bagi manusia, sehingga ia menjawab, “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui.” Lalu Allah memerintahkan Nabi
Yehezkiel untuk bernubuat atas tulang-tulang kering itu, bahwa Allah akan memberi nafas hidup sehingga mereka hidup
kembali. Melalui nubuatan itu, tulang-tulang itu kemudian diubahkan-Nya menjadi tentara yang sangat besar (Yehezkiel 37:7-
10).
Tuhan memprakarsai seluruh perjalanan hidup Israel, membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir,
memberi mereka hukum untuk mereka taati, dan membawa mereka ke tanah yang baik. Ia juga mengizinkan mereka
mengalami kesulitan yang mampu mengubah mereka, dan memberi pengharapan dalam kesesakan mereka.
Kali ini Allah kembali menyatakan anugerah-Nya. Tuhan mengambil inisiatif. Roh Tuhan membawa kehidupan baru kepada
orang-orang yang mati seperti batu, mati seperti tulang. Di beberapa kesempatan sebelumnya Ia pun sudah menyatakan
kepada Yehezkiel bahwa Ia akan menghilangkan hati yang keras dari mereka dan memberi mereka hati yang taat.
“Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan
menjauhkan dari mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut ketetapan-
ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah
mereka” (Yehezkiel 11:19-20, bandingkan dengan Yehezkiel 36:26-28).
Ada kalanya kita mengambil jalan yang bengkok dalam hidup kita, yang mengakibatkan kita jatuh dan akhirnya menderita.
Ketika kita mengalami itu, mungkin kita merasa lelah, kehilangan harapan, merasa sudah “mati” secara rohani, merasa tak ada
tujuan apalagi masa depan. Namun pandanglah kepada Allah, Ia yang mengikat kita umat-Nya dengan perjanjian-Nya. Tetaplah
setia pada rancangan kekal-Nya, yakni membawa kita pada keselamatan. Ia akan memberikan hati yang lain dan roh yang baru
di dalam batin kita, Roh Kudus akan menjauhkan dari kita hati yang keras, dan memberi kita hati yang taat, supaya kita hidup
menurut ketetapan-ketetapan-Nya dan dengan setia melakukan perintah-perintah-Nya.
Dalam buku Suffering and The Sovereignty of God, John Piper menyebut beberapa alasan mengapa Gereja dan umat-Nya
mengalami penderitaan, salah satunya adalah: penderitaan memperdalam iman dan kekudusan. Dia menghajar kita demi
kebaikan kita. Allah Bapa pun memberikan penderitaan kepada Kristus bukan dari taat menjadi tidak taat, tetapi dari taat
menjadi semakin taat.
Pada titik tertentu, kita dapat mengalami keputusasaan karena beratnya beban kehidupan. Sebesar apapun masalah yang
dihadapi, kita dapat membawanya ke hadapan Tuhan. (MDR)
M Apakah Anda pernah mengalami keadaan nyaris putus asa, seolah tiada harapan? Ceritakanlah pengalaman tersebut
4 kepada rekan KOMIT Anda, dan ceritakan juga bagaimana Allah membangkitkan kembali iman dan pengharapan Anda.
M Berdoalah kepada Tuhan agar kita memiliki hati yang mau terus diubahkan, dan mau terus bertumbuh agar semakin
5 teguh di dalam iman dan pengharapan.
34

